Mengharukan, Inilah Pesan Terakhir Mendiang Kate Spade untuk Sang Kakak
Selebriti

Kakak Kate mengatakan bahwa sebenarnya ia berencana membawa sang adik ke pusat perawatan penyakit mental sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

WowKeren - Dunia fashion lagi-lagi berduka atas kepergian sosok desainer berbakat, Kate Spade. Pendiri brand busana Kate Spade New York tersebut ditemukan meninggal pada Selasa (5/6) lalu di apartemennya yang berada di kawasan Manhattan.

Kepergian wanita berusia 55 tahun tersebut tentunya menyisakan duka mendalam bagi keluarga, rekan, serta para penggemarnya. Apalagi mengingat bahwa Kate memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Usai pihak keluarga merilis pernyataan resmi atas kematian sang desainer, kakak Kate Spade, Reta Brosnahan Saffo pun mengungkap banyak rahasia terdalam adiknya hingga memutuskan mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Salah satunya adalah kata-kata terakhir yang diucapkan Kate padanya.

"Salah satu kata-kata terakhirnya padaku adalah, 'Reta, aku tahu kamu benci pemakaman dan tidak suka mendatanginya, tapi untukku, tolong datang ke pemakamanku. Please'," ungkap Reta dilansir People pada Kamis (7/6).

Reta juga membenarkan berita yang menyebut bahwa Kate sudah menderita depresi bertahun-tahun lamanya. Kate pun menolak untuk mendapatkan bantuan medis dan memilih untuk menyembunyikannya dengan memperlihatkan imej bahagia di depan publik.

Dalam wawancara dengan The Star, Reta mengatakan bahwa sebenarnya dia berencana membawa Kate ke pusat perawatan penyakit mental yang pernah didatangi aktris Catherine Zeta-Jones. Pasalnya, di tempat tersebut Catherine bisa mengatasi gangguan bipolar yang dideritanya.

Namun keinginan tersebut urung direalisasikan lantaran Kate merasa ketakutan. "Dia sebenarnya sudah siap untuk pergi, tapi dia ketakutan keesokan paginya," ujar Reta.

Dalam wawancara lainnya dengan CBS New York dan Daily Mail, Reta mengungkapkan bahwa Kate menderita gangguan bipolar. Namun sayangnya tidak pernah ada yang peduli pada Kate ataupun berusaha membantu sang adik untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

"Dia (Kate) dikelilingi oleh banyak orang untuk waktu yang terlalu lama, oleh karena itulah dia tidak mendapatkan perawatan yang tepat yang menurutku untuk sebuah gangguan bipolar. Dia memang tidak pernah mengharapkannya (bantuan dari orang lain) atau malah siap untuk mendapatkannya. Sayangnya, dia tidak mendapatkan pengobatan," lanjut Reta.

Sebelumnya, suami Kate, Andy Spade juga telah buka suara mengenai kematian mendiang sang istri. Andy tidak menampik bahwa rumah tangganya memang tengah bermasalah.

Pria berusia 55 tahun tersebut mengaku bahwa selama ini ia dan mendiang istrinya memang telah lama hidup secara terpisah. Namun keduanya masih berkomunikasi dengan baik satu sama lain selayaknya keluarga.

"Selama 10 bulan belakangan kami hidup secara terpisah, namun masih (tinggal) beberapa blok satu sama lain. Bea (putri Kate dan Andy) hidup dengan kami berdua dan kami saling bertemu atau berbincang setiap hari. Kami sering makan bersama sebagai sebuah keluarga dan terus berlibur bersama sebagai sebuah keluarga," tutur Andy.

Loading...

You can share this post!

Related Posts