Indonesia Dipilih Jadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB, Menlu: Ini Hasil Kerja Keras Bangsa
Nasional

Menteri Luar Negeri juga menyatakan bahwa demokrasi dan toleransi yang ada di Indonesia dinilai sebagai aset untuk dapat berperan aktif di DK PBB.

WowKeren - Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Indonesia. Dewan Keamanan PBB kembali memercayai Indonesia untuk menjadi anggota tidak tetap untuk periode 2019-2020. Keputusan tersebut diambil oleh Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB di New York, pada Jumat (8/9) kemarin.

Menyambut kabar gembira ini, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, mengungkapkan rasa syukurnya. Retno yang ikut hadir dalam pemilihan tersebut mengatakan bahwa ini semua bisa diraih berkat kerja keras seluruh komponen bangsa Indonesia.

“Alhamdulillah, Indonesia berhasil terpilih kembali sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB," jelas Retno dilansir Kompas pada Sabtu (9/6). "Ini merupakan kepercayaan masyarakat internasional kepada Indonesia dan hasil kerja keras seluruh komponen bangsa, khususnya para Diplomat Indonesia.".

Kepercayaan bagi Indonesia tersebut dinilai berasal dari demokrasi dan toleransi yang sudah semakin matang. Retno juga mengatakan bahwa Indonesia merupakan contoh dari negara toleran, saat Islam dan demokrasi bisa berjalan seiring.

Retno menyatakan bahwa latar belakang demokrasi dan toleransi tersebut bisa membuat Indonesia berpartisipasi aktif. "Dari berbagai pertemuan di PBB, jelas sekali bahwa masyarakat internasional sangat menghargai rekam jejak Indonesia dan melihat demokrasi dan toleransi di Indonesia sebagai aset untuk Indonesia dapat berperan aktif di DK PBB," sambung Retno.

Dewan Keamanan PBB merupakan badan utama PBB yang bertugas untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Dengan dipilihnya menjadi anggota tidak tetap, Indonesia akan ikut serta dalam proses perumusan kebijakan di dalam Dewan Keamanan PBB. Untuk mempersiapkan hal tersebut, Menlu sudah merencanakan beberapa hal yang akan dilakukan oleh Indonesia.

"Sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB periode 2019-2020, Indonesia berkomitmen untuk menciptakan ekosistem perdamaian dan stabilitas global," ungkap Retno. "Indonesia juga akan meningkatkan kapasitas Pasukan Perdamaian PBB, termasuk peran perempuan. Indonesia juga akan mendorong comprehensive approach untuk memerangi terorisme, radikalisme, dan ekstremisme. Terakhir, Indonesia juga akan mendorong kemitraan global, agar tercapai sinergi antara penciptaan perdamaian dan pembangunan berkelanjutan, yang tentunya akan berkontribusi dalam pencapaian agenda pembangunan PBB 2030.

Sebelumnya, Indonesia sudah pernah menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB selama tiga kali, yakni periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008. Ini merupakan keempat kalinya Indonesia dipercaya untuk berpartisipasi dalam Dewan Keamanan PBB.

Loading...

You can share this post!

Related Posts