Gagal di Pasaran, Sutradara Tetap Bangga dengan Performa 'Solo: A Star Wars Story'
Film

Menghargai totalitas para kru yang terlibat dalam pembuatan 'Solo: A Star Wars Story', sutradara Ron Howard tak merasa kecewa sama sekali.

WowKeren - Pekan ini, dominasi "Solo: A Star Wars Story" di box office dilengserkan oleh "Ocean's 8". Mirisnya, film yang dibintangi oleh Alden Ehrenreich tersebut hanya mampu meraup pendapatan sebesar USD 15,1 juta (sekitar Rp 209 miliar) di pekan ketiganya, serta meraih USD 200 juta (sekitar Rp 2,7 triliun) secara domestik.

Selain itu, pendapatan "Solo: A Star Wars Story" secara global juga menurun drastis. Maka tak mengherankan jika banyak yang menyebut prekuel "Star Wars" ini dianggap gagal.

Pada 10 Juni lalu, seorang penggemar mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa "Solo: A Star Wars Story" melalui akun media sosial. Ia menyebut bahwa film yang mengisahkan masa muda Han Solo tersebut sangat jauh diluar ekspektasi penggemar.

"Aku telah membaca begitu banyak teori mengapa 'Solo' tidak bisa tampil apik di box office," tulis penggemar tersebut. "Sangat disayangkan beberapa penggemar 'Star Wars' tidak senang dengan 'Solo' karena mereka masih marah dengan (akhir) cerita 'Star Wars: The Last Jedi'."

Meski demikian, ia tetap memuji karya Ron Howard tersebut. Menurutnya, kegagalan ini hanyalah imbas dari kekecewaan penggemar pada film sebelumnya, sehingga mereka memilih untuk melewatkan "Solo: A Star Wars Story".

"Jika memang demikian (penggemar kecewa dengan film sebelumnya), maka mereka melewatkan sebuah film bagus untuk sesuatu yang bukan kesalahannya," imbuh penggemar tersebut.

Namun Ron Howard sendiri mengaku bahwa ia sangat menghargai usaha keras rekan-rekannya yang terlibat dalam pembuatan "Solo: A Star Wars Story". Apalagi di film ini ia memunculkan Alden Ehrenreich sebagai Han Solo muda, yang sebelumnya sangat melekat dengan sosok Harrison Ford.

"Aku bangga dengan 'Solo: A Star Wars Story' serta para pemain dan kru yang telah bekerja keras demi menyenangkan penggemar," cuit Ron melalui akun Twitter miliknya. "Sebagai seorang sutradara, aku merasa sedih ketika orang-orang yang aku percaya mungkin tidak bisa menikmati filmnya...mereka tidak menontonnya di layar lebar dengan sound yang memuaskan."

Sebelumnya, "Solo: A Star Wars Story" memang digadang-gadang sebagai film terburuk dalam saga "Star Wars" karena tidak bisa mendulang lebih banyak keuntungan. Namun hal ini disebut-sebut akibat keputusan Disney yang merilis "Solo: A Star Wars Story" berdekatan dengan "Avengers: Infinity War". Sehingga performa film besutan LucasFilm ini kalah dari garapan MCU.

Di samping itu, masalah di tengah produksi "Solo: A Star Wars Story" juga disebut sebagai pemicu turunnya performa film. Seperti yang diketahui, awalnya film ini akan digarap oleh sutrdara Phil Lord dan Chris Miller. Namun keduanya keluar karena cekcok dengan Presiden LucasFilm, Kathleen Kennedy, sehingga Ron Howard pun menggantikannya.

Loading...

You can share this post!

Related Posts