Son Ye Jin juga ingin berkemah di hari bersalju, dan tinggal di tempat terpencil selama sepuluh hari. Ye Jin mencatat masing-masing keinginan ini di ponselnya setiap kali terlintas dalam pikirannya.
- Farida Amalia Dwi Yanti
- Sabtu, 22 Februari 2025 - 11:53 WIB
WowKeren - Son Ye Jin belum lama ini menjalani pemotretan dan wawancara dengan majalah Vogue. Dalam wawancaranya, aktris kelahiran tahun 1982 ini mengungkap mulai menulis daftar keinginan baru. Ye Jin ingin menyaksikan matahari terbenam di safari Afrika bersama keluarganya yakni Hyun Bin dan sang putra.
Sang aktris juga ingin berkemah di hari bersalju, dan tinggal di tempat terpencil selama sepuluh hari. Ye Jin mencatat masing-masing keinginan ini di ponselnya setiap kali terlintas dalam pikirannya. "Aku suka bepergian, dan ingin memperluas wawasanku setidaknya sekali dalam hidupku," ujarnya.
"Hal-hal ini mungkin tampak kecil, tetapi terasa luar biasa, atau tampak luar biasa, tetapi sebenarnya cukup bisa dilakukan jika aku bertekad untuk melakukannya. Aku belum menyelesaikan satu pun dari semuanya, tetapi membuka bab kedua ini dan mencentangnya satu per satu—menyenangkan, bukan?" imbuhnya.
Ye Jin kini disibukkan dengan proses syuting film "No Other Choice" garapan sutradara "Park Chan Wook". Sebelumnya, tim produksi sudah menghadirkan poster film yang memperlihatkan pasangan utama, Lee Byung Hun dan Ye Jin bergandengan tangan seolah sedang menari.
Ye Jin menggambarkan skenario film "No Other Choice" itu sebagai "gila" dalam lebih dari satu hal. "Karakter Lee Byung Hun, Mansu, adalah peran yang diimpikan oleh aktor mana pun, apa pun jenis kelaminnya. Peran itu sangat berlapis dan mengeksplorasi spektrum emosi yang lengkap," tuturnya.
Ye Jin lebih lanjut menambahkan, "Karakterku yaitu Miri, adalah istri Mansu, tetapi perannya tidak begitu besar. Tetap saja, skenarionya sangat menarik, dan kepercayaanku kepada sutradara itu kuat—itulah mengapa aku memilih untuk melakukannya."
Bagi Ye Jin, dunia sinematik Chan Wook didefinisikan sebagai keindahannya yang meresahkan. "Gayanya unik dan eksotis, tetapi tidak pernah kehilangan keanggunan dan keanggunannya. Karakter-karakternya mungkin tampak aneh pada awalnya, membuat Anda bertanya-tanya, 'Mengapa mereka seperti itu?'," ungkapnya.
"Namun sebelum kamu menyadarinya, jamu akan tertarik. Ia seorang seniman. Film ini, dengan sinematografi, dialog, dan penceritaannya, membuat penonton secara alami menempatkan diri mereka pada posisi karakter-karakter tersebut, 'Bagaimana kalau aku adalah Mansu?' 'Bagaimana kalau aku adalah Miri?' Di satu sisi, ini mungkin merupakan karyanya yang paling mudah dipahami sejauh ini," sambungnya.
Selain itu, Ye Jin juga mengatakan bahwa ia merasa paling hidup saat bekerja. Dulu, dia sangat ketat dengan dirinya sendiri, menetapkan standar yang tinggi untuk meraih kesuksesan, dan berusaha lebih keras lagi jika sebuah film tidak berhasil.
Namun kini, Ye Jin mengambil pendekatan yang lebih santai, yang memungkinkannya untuk lebih mendalami keahliannya. "Sebelumnya, aku merasa seperti sedang berlari cepat dalam lomba lari 100 meter berturut-turut. Kini, aku ingin mengatur kecepatan seperti berlari maraton," tegasnya.
Ye Jin selanjutnya juga berbicara tentang memasuki babak kedua karier aktingnya. "Sebelumnya, aku memiliki genre tertentu yang ingin kutekuni, misalnya film thriller. Namun kini, jika proyeknya bagus, aku ingin melakukannya dengan berani, meskipun peranku kecil," pungkasnya.
(wk/amal)