Nirina Zubir mengungkapkan kesulitan dalam memerankan karakter ibu berusia 70 tahun di film 'Jangan Buang Ibu'.
- Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:06 WIB
WowKeren - Film drama keluarga berjudul Jangan Buang Ibu diperkenalkan kepada publik dalam sebuah jumpa pers yang diadakan di Senayan City, Jakarta, pada tanggal 13 Maret 2026. Film yang diproduksi oleh LEO Pictures ini mengisahkan hubungan emosional antara ibu dan anak, dilengkapi dengan pesan-pesan mendalam tentang keluarga dan arti kehadiran seorang ibu dalam kehidupan. Disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu dan diproduseri oleh Agung Saputra, film ini juga melibatkan Yasmin Napper sebagai executive producer. Dalam acara tersebut, para pembuat film dan pemain berbagi pengalaman dan proses kreatif yang mereka lalui selama pembuatan film.
Produser LEO Pictures, Agung Saputra, menjelaskan bahwa film ini terinspirasi dari keinginannya untuk menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Ia menekankan bahwa sosok ibu adalah pusat dari sebuah keluarga. "Yang sangat sayang sama keluarga. Jadi, kalau bikin tema keluarga itu kayak ada sesuatu yang pengin disampaikan kepada penonton Indonesia. Karena ibu adalah rumah, rumah adalah segalanya. Jadi biar anak-anak kembali mengingat bahwa ibu adalah segalanya untuk kehidupan kita baik dulu, masa kini, atau masa nanti," ungkap Agung Saputra.
Nirina Zubir, yang diberi kepercayaan untuk memerankan karakter Ristiana, seorang ibu yang telah berusia lanjut, mengaku mengalami keraguan saat pertama kali menerima tawaran tersebut. Menurutnya, tantangan terbesar dalam memerankan karakter ini adalah usianya yang jauh lebih tua dari pengalaman pribadinya. "Karakter ini adalah sesuatu yang belum pernah saya alami secara langsung, sehingga itu menjadi tantangan tersendiri bagi saya sebagai seorang aktris," kata Nirina.
Film Jangan Buang Ibu tidak hanya menawarkan kisah yang menyentuh, tetapi juga menggugah penonton untuk merenungkan pentingnya keberadaan seorang ibu dalam kehidupan setiap individu. Karya ini diharapkan dapat memberikan inspirasi serta menyentuh hati banyak orang, terutama dalam konteks hubungan keluarga yang sering kali diabaikan. Dengan tema yang relevan dan mendalam, film ini diharapkan dapat menyentuh emosi penonton dan membangkitkan rasa syukur terhadap sosok ibu.
(wk/timw)