Klaim pelecehan seksual Blake Lively terhadap Justin Baldoni ditolak hakim federal.
- Jumat, 03 April 2026 - 15:04 WIB
WowKeren - Dalam sebuah putusan yang mengejutkan, hakim federal menolak gugatan pelecehan seksual yang diajukan oleh Blake Lively terhadap Justin Baldoni. Putusan ini dikeluarkan pada Kamis, 2 April 2026, oleh Hakim Distrik Lewis Liman, yang memutuskan untuk menolak 10 dari total 13 klaim yang dilayangkan oleh Lively. Salah satu klaim yang ditolak adalah tuduhan pelecehan seksual yang melibatkan Baldoni.
Beberapa klaim yang diajukan oleh Lively dibatalkan karena alasan teknis dalam hukum. Dari 13 klaim yang ada, hanya tersisa tiga klaim yang akan dilanjutkan, yaitu klaim terkait pembalasan, dukungan terhadap pembalasan, dan pelanggaran kontrak. Meskipun ada klaim yang tersisa, Justin Baldoni tidak akan menjadi terdakwa dalam perkara tersebut. Namun, satu klaim yang menyangkut rumah produksi Wayfarer Studios masih tetap dipertahankan.
Wayfarer Studios menyambut baik putusan hakim yang menolak banyak klaim Lively, termasuk tuduhan pelecehan seksual. Dalam keterangan resmi mereka, pihak Wayfarer mengungkapkan, "Ini adalah tuduhan yang sangat serius, dan kami berterima kasih kepada pengadilan atas peninjauan cermatnya terhadap fakta, hukum, dan bukti yang telah diberikan." Mereka menambahkan bahwa kasus yang tersisa jauh lebih sempit dan berharap dapat membela diri di pengadilan terkait klaim tersebut.
Proses pemilihan juri untuk persidangan selanjutnya dijadwalkan akan dimulai pada 18 Mei 2026. Menurut pengacara Blake Lively, Sigrid McCawley, "Kasus ini akan selalu dan akan tetap berfokus pada pembalasan yang menghancurkan dan langkah-langkah luar biasa yang diambil para terdakwa untuk menghancurkan reputasi Blake Lively karena dia membela keselamatan di lokasi syuting. Itulah kasus yang akan disidangkan." Ia juga berharap agar orang-orang dan rencana di balik serangan digital tersebut segera terungkap.
Lively sendiri mengajukan gugatan pelecehan seksual terhadap Baldoni pada akhir tahun 2024, dengan tuduhan bahwa pelecehan terjadi selama proses produksi film "It Ends With Us". Dalam gugatannya, Lively menuduh Baldoni membuat komentar seksual yang tidak pantas terhadap wanita di lokasi syuting dan berbicara tentang kehidupan seks pribadinya, termasuk masalah kecanduan pornografi. Selain itu, Lively juga menegaskan bahwa Baldoni melakukan improvisasi adegan intim yang tidak direncanakan, termasuk dalam beberapa cuplikan video yang telah dirilis.
Menanggapi tuduhan ini, Baldoni menyatakan bahwa semua tuduhan tersebut berasal dari 'salah paham dan komentar yang canggung'. Ia menjelaskan bahwa beberapa percakapan yang terjadi dianggap relevan karena film tersebut mengangkat tema-tema dewasa. Baldoni juga menyebutkan bahwa tim produksi telah mendengarkan kekhawatiran Lively dan menerapkan perubahan yang dimintanya saat itu.
Lebih lanjut, Lively menuduh Baldoni dan timnya membentuk 'pasukan digital' untuk menciptakan narasi yang merugikannya setelah film tersebut dirilis. Pada Januari 2025, Baldoni membalas dengan mengajukan gugatan pencemaran nama baik senilai 400 juta dolar AS terhadap Lively dan suaminya, Ryan Reynolds, menuduh keduanya berusaha menghancurkan kariernya. Namun, gugatan tersebut akhirnya dibatalkan.
(wk/timw)