Jadi Perampok Sadis, Ramlan Punya Sakit Ginjal dan Gangguan Jiwa
Nasional

Pakar kriminolog UI mengungkap kemungkinan motif lain dibalik perampokan Pulomas, apa?

WowKeren - Baru-baru ini, publik dikejutkan oleh peristiwa perampokan dan pembunuhan sadis di kediaman Ir. Dodi di Pulomas, Jakarta Timur. Pihak kepolisian kemudian menangkap dua orang pelaku, namun satu tersangka lainnya bernama Ramlan Butarbutar (RBB) tewas tertembak polisi.

Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Thomas Sunaryo mengungkap jika motif dari perampokan tersebut tampaknya ada hubungannya dengan kondisi kesehatan Ramlan. Pasalnya, dalam sejumlah pemberitaan diketahui jika pria tersebut memiliki penyakit ginjal.


"Harus mencari uang, pekerjaan dan sebagainya ini menjadi faktor. Cuci darah riwayat kesehatan juga mungkin. Aksi bisa tercetus kalau faktor sosial memberikan peluang," ujar Thomas dilansir dari Metrotvnews.

Lebih lanjut, Thomas menjelaskan jika perilaku sadis pelaku membunuh tersangka bisa jadi merupakan indikasi gangguan jiwa. "Katakanlah sadisme, mempengaruhi dan bisa terjadi pada setiap orang apapun profesinya. Dia puas setelah melakukan itu," imbuhnya.

Tidak hanya itu, Thomas juga mengungkap peluang jika aksi kejahatan ini bermotif balas dendam. "Kita bicara asumsi, yang saya ketahui dari media masa di adalah pengusaha yang kaya raya, punya hubungan dengan para pejabat. Pelaku ini bisa digunakan sebagai alat balas dendam, biasanya yang disebut pembunuh bayaran," imbuhnya.

Sementara itu, Kabag Mitra Biro Penmas, Kombes Pol Awi Setiyono mengatakan jika dari penyelidikan hingga kini, peristiwa tersebut adalah murni perampokan. Meski begitu, pihaknya masih akan mencoba mencari kemungkinan adanya motif lain. Saat ini aparat masih berusaha menemukan satu pelaku lainnya yang masih kabur.

(wk/)

You can share this post!