Perang Saudara di Suriah, 30 Orang Tewas Dalam Dugaan Serangan Klorin
Dunia

Ketegangan memang kembali terjadi di zona de-eskalasi sejak beberapa pekan terakhir akibat penggunaan serangan bahan kimia.

WowKeren - Perang saudara yang terjadi di Suriah selama tujuh tahun terakhir kembali mengorbankan warga sipil. Pengeboman rezim kembali terjadi di daerah kantong dekat Damaskus. Sebanyak 30 orang telah terbunuh dalam konflik berdarah ini.

Warga di beberapa medan perang Suriah telah melaporkan adanya peningkatan aktivitas pemboman. Mereka juga menuduh pasukan Suriah telah menyebarkan bahan kimia beracun untuk melawan zona pemberontak.

Pada Senin (5/2), Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka menemukan bukti nyata adanya beberapa serangan gas klorin dalam beberapa pekan terakhir. Serangan tersebut termasuk yang menyerang daerah sebelah utara Ghouta dekat Damaskus yang diduduki oposisi.

Kepala Pemantau Perang, Rami Abdel Rahman, menyatakan bawa puluhan serangan udara dan tembakan artileri telah menyerang Ghouta Timur. Sebanyak 29 warga sipil terbunuh dan puluhan lainnya cedera.

Serangan paling mematikan pada Senin (5/2) melanda pasar di kota Beit Sawa yang menewaskan 10 warga sipil, termasuk dua anak-anak. Sembilan warga sipil lainnya, dua di antaranya anak-anak dan satu pekerja penyelamatan setempat, juga terbunuh di Arbin.

Daerah Ghouta Timur sendiri termasuk dalam kesepakatan de-eskalasi yang disepakati tahun lalu oleh sekutu pemberontak Turki dan pendukung pemerintah Iran dan Rusia. Namun, kekerasan meningkat di sana dalam beberapa pekan terakhir. Pada bulan ini saja, klorin dua kali dicurigai digunakan sebagai amunisi yang diluncurkan oleh rezim di Ghouta Timur.

You can share this post!

Related Posts