Presiden Majelis Umum PBB Hingga Paus Fransiskus Kecam Tragedi Bom Surabaya
Daily Post
Dunia

Aksi teror bom di Surabaya mendapatkan kecaman dari seluruh dunia.

WowKeren - Tragedi teror bom di Surabaya mendapat banyak perhatian dari seluruh dunia. Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (MU PBB), Miroslav Lajcak, menuliskan kecamannya terhadap aksi teror bom di tiga gereja Surabaya yang terjadi pada Minggu (13/5) pagi tersebut.

"Baru saja sampai di Bangkok dan merasa ngeri dengan serangan bom kepada gereja-gereja di #Indonesia," tulis Miroslav Lajcak melalui akun Twitter miliknya pada Minggu (13/5) malam. "Saya mengutuk tindakan keji tersebut dan berbesar hati bahwa masyarakat di Indonesia dengan berbagai agamanya berdiri bersama di saat seperti ini. Pikiranku bersama @indonesiaunny."


Kecaman juga ditulis oleh Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Singapura, Ypusef Al-Othaimeen, melalui akun resminya. OKI menegaskan bahwa terorisme tidak boleh dikaitkan dengan agama maupun kelompok tertentu.

"OKI menegaskan posisi prinsip bahwa kekerasan dan terorisme tidak boleh dikaitkan dengan agama, kewarganegaraan, peradaban atau kelompok etnis apapun," tulis Sekjen OKI. "Kekerasan ektremisme dan terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya termasuk kekerasan terhadap warga sipil dan serangan bom bunuh diri melawan prinsip Islam dan menghina keberagaman agama di Indonesia."

Sekjen OKI juga menyampaikan solidaritas serta ungkapan belasungkawanya terhadap para korban. Kecaman keras juga disampaikan Korea Selatan melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri yang menyatakan belasungkawanya terhadap korban aksi teror bom di Surabaya.

"Pemerintah Korea Selatan akan bergandengan tangan dengan masyarakat Indonesia dalam melawan terorisme," bunyi pernyataan Korsel dilansir CNNIndonesia pada Minggu (13/5). "Yakni teror-teror yang mengancam seluruh umat manusia."

Aksi teror bom Surabaya tersebut juga menarik perhatian Paus Fransiskus. Di hadapan umat di kawasan Basilika Santo Petrus, Vatikan, Paus Fransiskus mengirimkan doanya untuk orang-orang di Indonesia.

"Untuk orang-orang Indonesia yang terkasih, terutama untuk umat Kristiani di kota Surabaya, yang sangat menderita karena serangan serius terhadap rumah-rumah ibadah mereka," tutur Paus Fransiskus dilansir Vaticannews. "Saya melambungkan doa saya untuk para korban dan keluarga mereka."

Seperti yang diketahui, tiga gereja di Surabaya menjadi sasaran aksi teror bom yang mengakibatkan 13 orang meninggal dan puluhan lainnya luka-luka. Ledakan bom berlanjut di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo pada Minggu (13/5) malam. Tak sampai di situ, teror bom kembali terjadi pagi ini Senin (14/5) di Polrestabes Surabaya.

You can share this post!

Related Posts