Wali Kota Risma Sujud Depan Takmir Masjid Hingga Menangis Soal Anak Korban Bom Surabaya
Twitter/BanggaSurabaya
Nasional
Teror Bom Surabaya

Tangisan Risma itu lantaran trauma yang akan menyerang anak-anak, baik anak dari korban pelaku atau pun lainnya.

WowKeren - Peristiwa bom bunuh diri yang menyerang tiga gereja surabaya pada Minggu (13/5) dan disusul ledakan di Mapolrestabes Surabaya pada Senin (14/5) tentunya menyisihkan kesedihan tersendiri bagi warga Indonesia. Tak terkecuali Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani.

Demi menjaga keamanan bersama setelah peristiwa aksi bom bunuh diri yang menyerang Surabaya itu, Risma pun mengundang takmir masjid se-Surabaya di Gedung Wanita Kalibokor, Surabaya, pada Rabu (16/5). Risma datang sebagai pembina di acara tersebut.


Selang mengisi acara tersebut, salah satu anggota takmir masjid mengajukan pertanyaan mengenai tema undangan yang mereka hadiri. Anggota takmir masjid yang menyampaikan pertanyaan itu bernama Mohammad Tohir.

"Kenapa undangan ini berbunyi pembinaan takmir?" tanya Tohir. "Salah kami sebagai takmir apa?"

Anggota takmir masjid menginginkan kata pembinaan dirubah menjadi silaturahmi. Mereka menganggap jika makna pembinaan berarti dianggap keliru. Dalam pembinaan itu.

Tiba-tiba, Risma bangkit dari podium. Ia mepercepat langkahnya dan berhenti di salah satu anggota takmir masjid. Tanpa diduga, Risma langsung sujud di hadapan para anggota takmir se-Surabaya itu.

Tentu saja tindakan Risma tersebut mengundang sejumlah pertanyaan dari anggota takmir masjid yang hadir. Mereka merasa terheran-heran dengan sikap Risma.

"Ada apa, ada apa. Kok sampai sujud bu Wali begitu?" reaksi para takmir yang hadir, dilansir Surya pada Sabtu (19/5). Beberapa saat kemudian, suasana di masjid itu menjadi haru dan para hadirin terdiam.

"Saya mohon maaf," kata Risma. "Undangannya mendadak."

Melihat reaksi Risma seperti itu, Tohir merasa menyesal. Ia hanya ingin klarifikasi mengenai undangan yang bernada pembinaan. Tohir mengira jika mereka melakukan kesalahan dan perlu dibina.

"Bukan maksud saya menyalahkan. Tapi tadi memang saya mereaksi karena undangan berbunyi pembinaan takmir," ucap Tohir. "Kan berarti ada yang salah sehingga kami perlu dibina."

Kemudian, salah satu takmir mengusulkan mengenai pembukaan ceramah yang disampaikan terlebih dahulu mengenai tema dan judulnya. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman.

"Sebaiknya setiap ceramah harus disampaikan dulu tema dan judulnya," saran salah satu takmir masjid. Sementara pertemuan itu membahas mengenai permintaan Risma pada ratusan takmir untuk saling kerja sama dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan tenteram.

Mengenai tindakan Risma yang melakukan sujud di depan Takmir itu, Risma mengaku itu adalah bentuk permintaan maafnya terhadap takmir yang tersinggung dengan undangan bertema "Pembinaan Takmir."

Lalu Risma kembali menunjukan kesedihannya ketika dihubungi melalui sambungan video oleh Rosi dalam acara "Talkshow Rosi" bertema "Perempuan dan Bom Bunuh Diri", pada Kamis (17/5). Melalui sambungan itu, Rosi menanyai Risma perihal bom Surabaya.

Dalam video itu, mata Risma nampak berkaca-kaca. Hal itu terjadi setelah Direktur Rumah Kita Bersama Lies Marcoes dan pekerja seni Nia Dinata menyampaikan dukungan untuk Risma.

Rosi sempat menanyai Risma yang kembali menangis. Alasan Risma menangis lantaran memikirkan perasaan anak-anak yang ada di Surabaya.

"Trauma ini bukan anak-anaknya teroris saja," kata Risma. "Anak-anak yang lain juga ikut trauma."

Rosi kemudian bertanya kembali pada Risma mengenai anak-anak yang sudah dianggap sebagai anaknya sendiri. Risma lalu menjawab iya dengan nada suara serak. Suasana dalam acara itu juga mengundang haru dari pihak penonton.

Sementara itu, pada Jumat (18/5), Risma menghadiri acara pengarahan Wali Kota Surabaya kepada Guru Agama se-Surabaya. Dalam acara itu, Risma juga menyinggung alasan lain mengenai sujudnya.

"Kita tidak pernah tahu derajat seseorang di mata Tuhan," kata Risma, dilansir TribunJatim.com pada Sabtu (19/5). "Belum tentu derajat saya lebih tinggi dari tukang sapu, belum tentu juga lebih tinggi dari takmir masjid."

Menurut Risma, tindakan sujudnya itu bukanlah hal yang perlu dipermasalahkan. Karena Risma merasa derajat takmir masjid lebih tinggi ketimbang dirinya.

You can share this post!

Related Posts
Loading...