'Kesal' Aksi Star-Lord di 'Infinity War' Terus Disalahkan Fans, Chris Pratt Beri Pembelaan
Official
Film

Chris Pratt menanggapi kritikan terkait momen kontroversial yang disebabkan karakternya tersebut.

WowKeren - Fans Marvel sepertinya belum bisa melupakan aksi Star-Lord atau Peter Quill di "Avengers: Infinity War" yang dinilai sembrono. Merasa "kesal" karena karakter yang diperankannya tersebut terus disalahkan, Chris Pratt pun memberikan pembelaan.

Seperti diketahui, reaksi emosional Star-Lord setelah mendengar kematian Gamora (Zoe Saldana) menjadi perdebatan diantara fans dan kritikus film. Masing-masing argumen dari dua sisi berbeda itu memiliki poin yang valid. Baru-baru ini, Chris Pratt ditanya soal momen kontroversial karakternya itu oleh RadioTimes. Ia mengatakan dirinya tak akan mengubah apapun.

"Oke, dia (Star-Lord) menyaksikan ibunya meninggal dan pria yang dianggapnya ayah meninggal dalam pelukannya, dia juga terpaksa membunuh ayah kandungnya sendiri. Sekarang dia harus menderita karena kehilangan cinta dalam hidupnya. Jadi kurasa dia bereaksi layaknya seorang manusia, dan kupikir sisi kemanusian dari 'Guardians of the Galaxy' itulah yang membedakan mereka dari superhero lainnya. Kurasa jika kita melakukannya ratusan kali, aku tidak akan mengubahnya," ungkap Chris Pratt.

Momen yang dipertanyakan terjadi saat para superhero menjalankan rencana Star-Lord yang cukup efektif untuk mengalihkan perhatian Thanos dengan kekuatan masing-masing. Iron Man (Robert Downey Jr.) berusaha mendapatkan Infinity Gauntlet dari tangan Thanos (Josh Brolin).

Sementara Mantis (Pom Klementieff) berhasil membius Mad Titan tersebut, Star-Lord terus bertanya di mana Gamora. Thanos mengatakan bahwa ia harus mengorbankan Gamora untuk mendapatkan Soul Stone. Star-Lord yang tak bisa menahan emosi langsung memukul wajah Thanos, membuatnya sadar sebelum mereka bisa melepas Gauntlet dari tangannya.

Chris Pratt mengatakan film akan cepat berakhir tanpa aksi yang dilakukannya. "Kukira filmnya akan berakhir 30 menit lebih cepat jika itu yang kau inginkan, tapi sepertinya orang-orang benar-benar menyukainya. Dan juga, aku menyalahkan Thanos, oke? Aku tak percaya bagaimana bisa dia sama sekali tidak disalahkan? Jelas aku sangat sensitif dengan hal ini," lanjutnya sambil tertawa.

Penulis naskah "Avengers: Infinity War", Christopher Markus berpikir walaupun mereka bisa melepas Gauntlet, itu tidak akan membuat mereka menang. "Thanos menghancurkan setengah dari alam semesta tanpa Infinity Stones. Maksudku, dia berpindah dari satu planet ke planet lain membantai manusia. Dia sangat luar biasa kuat tanpa batu-batu tersebut. Kupikir mereka akan sangat kecewa jika setelah melepas sarung tangannya, ia masih bisa mengalahkan mereka," ungkapnya.

Sementara itu, "Avengers: Infinity War" masih bisa disaksikan di bioskop-bioskop Tanah Air. Kemudian akan dilanjut dengan "Ant-Man and the Wasp" yang rilis Juli 2018 dan "Captain Marvel" pada Maret 2019. Sedangkan "Avengers 4" rencananya akan dirilis 3 Mei 2019.

You can share this post!

Related Posts