Peneliti Temukan Terapi Baru Untuk Penyakit Kanker, Tiga Pasien Telah Dinyatakan Sembuh
SerbaSerbi

Para dokter dan peneliti tidak pernah berhenti untuk menemukan solusi bagi penyakit kanker. National Cancer Insitute (NCI) telah mendapatkan terapi baru untuk mengalahkan kanker.

WowKeren - Kanker merupakan salah satu penyakit yang sulit untuk disembuhkan. Penyakit ini timbul akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Sel-sel ini juga dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian.

Namun, kanker bukannya tidak dapat disembuhkan. Terdapat beberapa pengobatan yang dilakukan seperti operasi untuk sebagian kanker seperti kanker payudara dan serviks. Selain itu juga bisa melalui kemoterapi dengan memasukkan cairan kimia ke dalam tubuh yang berguna untuk membunuh sel kanker.


Para dokter dan peneliti tidak pernah berhenti untuk menemukan solusi bagi penyakit kanker. Salah satunya adalah National Cancer Insitute (NCI) yang telah mendapatkan terapi baru untuk mengalahkan kanker.

Penelitian terhadap temuan baru ini telah membuahkan hasil. Mereka sukses menyembuhkan kanker di tiga pasiennya. Ketiga pasien itu dirawat di NCI yang dipimpin oleh Steven Rosenberg.

Terapi yang diterapkan pada tiga pasien itu adalah dengan menggunakan sel kekebalan tubuhnya sendiri untuk mengalahkan sel kanker. Jadi, para peneliti akan mengurutkan genom dari kanker mereka untuk menemukan mutasi yang terbentuk.

Setelah itu, sel-sel kekebalan yang telah diekstaksi dari kanker akan diuji untuk mengidentifikasi mana yang mungkin mengenali sel jahat. Sel-sel itu kemudian diperbanyak lalu diinfuskan kembali ke pasien. Sel tersebut diharapkan dapat menyerang sel kanker.

Dr. Rosenberg menekankan bahwa terapi yang disebut terapi pengangkatan sel ini bersifat eksperimental. Jadi efeknya tidak sama untuk beberapa pasien lain. Ada dari mereka yang tidak mendapat reaksi dari sel-sel kekebalan tersebut.

Judy Perkins adalah salah satu wanita beruntung yang berhasil dalam penelitian tersebut. Sejak 2003, Judy yang merupakan seorang insinyur struktural didiagnosis mengidap kanker payudara tahap awal. 10 tahun kemudian kankernya diketahui telah menyebar ke bagian tubuh lain.

Setelah gagal melakukan berbagai perawatan, Judy memutuskan untuk mendaftar ke NCI pada 2015 silam. Ia kemudian mendapatkan pembedahan pada salah satu tumornya.

Tumor itu diketahui telah memiliki 62 mutasi berbeda. Kemudian para peneliti menggunakan terapi pengangkatan sel kekebalan tersebut pada Judy. "Mutasi-mutasi yang menimbulkan kanker ternyata menjadi titik lemah kanker itu sendiri," jelas Dr. Rosenberg.

Menurut pengakuan Judy, ia menyadari perubahannya sekitar satu minggu setelah menjalani terapi. Beberapa minggu kemudian ia benar-benar merasakan benjolan di dadanya hilang.

"Sekitar satu pekan setelahnya aku mulai merasakan sesuatu," ujar Judy. "Aku punya tumor di dada dan aku bisa merasakan itu menyusut. Perlu sepekan atau dua pekan lagi sampai rasa itu hilang."

Dua tahun kemudian, peneliti tidak menemukan tanda-tanda kanker di tubuh Judy. Kini ia menjalani hidupnya dengan normal tanpa pengobatan apapun.

Keberhasilan pada satu atau dua pasien tidak membuktikan bahwa pengobatan tersebut akan efektif pada penderita kanker lainnya. Para peneliti terus mencari cara untuk mencapai hasil yang konsisten.

Tim Rosenberg sendiri telah merawat lebih dari 40 pasien dengan tumor padat umum selama empat tahun terakhir menggunakan terapi tersebut. Sebagian besar pasien yang melalui percobaan itu memiliki harapan hidup yang terbatas. 15 persen lainnya telah menanggapi dalam beberapa cara.

Selain Judy Perkins, seorang mantan paramedis, Melinda Bachin mandapatkan perawatan yang sama. Ia telah didiagnosa menderita kanker empedu yang menyebar ke liver sejak 2009.

Pengobatan awal Melinda melalui operasi membuat dua pertiga hatinya diangkat. Namun, tiga bulan kemudian kanker muncul di paru-parunya. Pada 2012, ia mendaftar ke NCI dan mendapat terapi pengangkatan sel pertamanya. Untungnya, tumor di paru-paru Melinda mulai mengecil.

Ketika sel kanker mulai tumbuh lagi, sel-sel kekebalan tubuh lain yang lebih agresif dimasukkan ke dalam tubuh Melinda. Tumornya kemudian mengecil lagi. Pada 2016, ia kembali ke NCI karena membutuhkan lebih banyak perawatan dan imunoterapi yang berbeda.

Pasien yang berhasil menghilangkan tumornya adalah Celine Ryan. Sebagian kanker usus besar yang dideritanya berhasil dihilangkan setelah mendapat terapi sel-sel kekebalan. Namun, yang di paru-paru memburuk dan membutuhkan lebih banyak operasai. Menurut Dr. Rosenberg, ia tetap bebas dari kanker setelahnya.

Memang tak semua percobaan berjalan lancar, seorang wanita bernama Janice Satterfield menguhubungi Judy Perkins setelah membaca postingan yang ditulisnya soal percobaan NCI. Ia kemudian mendaftar pada Agustus 2016 dan pergi ke NCI.

Sayangnya, Janice mendapat beberapa komplikasi dan meninggal beberapa bulan kemudian. Kegagalan tersebut diharapkan suami Janice dapat memberikan manfaat untuk penelitian itu.

You can share this post!

Related Posts