Ulang Tahun ke-97, Ini 5 Fakta Pangeran Phillip yang Romantis dan Setia Dampingi Ratu Elizabeth II
shutterstock
SerbaSerbi

Rela tinggalkan gelar kerajaan hingga punya panggilan khusus untuk sang Ratu, ini fakta-fakta dari sosok Pangeran Philip yang harus kamu ketahui.

WowKeren - Pada Sabtu (9/6) kemarin, Kerajaan Inggris baru saja menggelar acara Trooping the Colour. Acara tersebut digelar untuk merayakan ulang tahun Ratu Elizabeth II yang sebenarnya jatuh pada tanggal 21 April yang lalu. Acara tersebut merupakan sebuah parade khusus yang dilakukan oleh resimen tentara Inggris dan Negara Persemakmuran. Acara Trooping the Colour ini juga sudah menjadi tradisi dari resimen infanteri Inggris sejak abad ke-17.

Sementara acara tersebut digelar dengan meriahnya, seorang anggota keluarga Kerajaan Inggris tampak tak hadir. Ya, Pangeran Philip yang selalu setia menemani Ratu Elizabeth II ke perayaan ulang tahun resminya di tahun-tahun sebelumnya, tidak tampak di sana. Hal itu dikarenakan Pangeran Philip sudah tidak lagi melakukan keterlibatan publik.


Selain itu, alasan kesehatan juga menjadi pertimbangannya. Diketahui, Pangeran Philip baru saja melakukan operasi penggantian pinggul. Beruntung, ia masih bisa hadir untuk memberikan selamat kepada pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle pada 19 Mei tahun 2018 kemarin.

Tepat satu hari setelah perayaan resmi ulang tahun sang ratu digelar, yakni pada Minggu (10/6) kemarin, Pangeran Philip merayakan ulang tahunnya. Ayah dari Pangeran Charles tersebut merayakan ulang tahunnya yang ke-97. Berada di sisi Ratu Elizabeth selama lebih dari 70 tahun, tidak berlebihan jika menyebut Pangeran Philip sebagai seseorang yang amat setia.

Menyambut hari ulang tahunnya yang ke-97, berikut ini 5 fakta dari Pangeran Philip yang dikenal romantis dan setia mendampingi Ratu Elizabeth. Beliau bahkan harus melakukan serangkaian pengorbanan, lho demi menikahi wanita yang amat dicintainya tersebut. Langsung saja, simak daftarnya berikut ini.

1. Rela Menanggalkan Gelar Kerajaannya Demi Menikahi Ratu Elizabeth II


Rela Menanggalkan Gelar Kerajaannya Demi Menikahi Ratu Elizabeth II
shutterstock

Pangeran Philip lahir pada tahun 1921 di Pulau Corfu, Yunani. Ia tinggal di sana hingga berumur 18 tahun. Sebelum resmi menikah dengan sang pujaan hati, Ratu Elizabeth II, Pangeran Philip rupanya harus menempuh sejumlah pengorbanan terlebih dahulu.

Untuk menikah dengan Ratu Elizabeth II pada tahun 1947, Pangeran Philip diketahui harus menanggalkan gelar kerajaannya sebagai Pangeran Yunani dan Denmark untuk mengambil kewarganegaraan Inggris. Ia pun bergelar Duke of Edinburgh sebagai gantinya. Baru kemudian pada tahun 1957 ia akhirnya bergelar Pangeran Inggris atau Prince of United Kingdom.

Tak hanya gelar, Pangeran Philip juga harus rela menanggalkan kariernya sebagai komandan angkatan laut setelah istrinya itu naik takhta akibat kematian ayahnya, yakni Raja George VI pada tahun 1952. Ia juga berpindah dari Ortodoksi Yunani ke Anglikanisme untuk menikah. Pangeran Philip juga dikatakan rela berhenti merokok untuk membahagiakan istrinya, Ratu Elizabeth II.

2. Patahkan Dugaan Buruk Keluarga Ratu Elizabeth II Padanya


Patahkan Dugaan Buruk Keluarga Ratu Elizabeth II Padanya
shutterstock

Ratu Elizabeth menggambarkan Duke of Edinburgh tersebut sebagai sebuah "kekuatan dan penyokong". Akan tetapi, siapa yang menyangka bahwa pernikahan yang telah terjalin berpuluh-puluh tahun tersebut awalnya sempat ditentang.

Salah satu sumber menyebutkan bahwa perwira angkatan laut muda itu disebut "kasar, tidak sopan, tidak berpendidikan dan mungkin tidak akan setia". Hebatnya, semua dugaan buruk terhadap Pangeran Philip tersebut berhasil ia patahkan.

Pihak istana juga berusaha untuk memperkenalkan Ratu Elizabeth pada para pria yang dinilai lebih baik dari Pangeran Philip. Akan tetapi, putri muda tersebut terus memantapkan hatinya untuk Pangeran Philip.

Tak hanya alasan kepribadian yang kasar, para elit di era pasca Perang Dunia II juga merasa tidak nyaman dengan hubungan Jermannya. Meski akhirnya hubungan mereka tidak goyah dan melenggang ke pelaminan, saudara perempuan Pangeran Philip yang menikah dengan bangsawan Jerman, tidak diundang ke pesta pernikahannya.

3. Punya Panggilan Sayang Khusus untuk Ratu Elizabeth II


Punya Panggilan Sayang Khusus untuk Ratu Elizabeth II
shutterstock

Selain setia, Pangeran Philip ini juga dikenal romantis. Ia diketahui punya panggilan sayang untuk Ratu Elizabeth II.

Nama panggilan Pangeran Philip untuk sang istri terungkap ke publik pada tahun 2006 lalu lewat film "The Queen". Dalam salah satu adegan, terlihat aktor yang memerankan Pangeran Philip memanggil sang ratu dan menyuruhnya pindah dengan sebutan "kubis".

Penulis naskah dari film tersebut, Peter Morgan, membagikan kisahnya mendapatkan informasi panggilan sayang tersebut. "Saya bertanya dalam lingkaran kerajaan dan diberitahu bahwa sebutan tersebut kerap diucapkan Pangeran Philip untuk memanggil sang ratu," jelas Peter.

Panggilan sayang tersbut berasal dari kata "mon petit chou" yang berarti "kubis kecilku" dalam bahasa Prancis. Diketahui, Pangeran Philip menghabiskan masa anak-ananknya di sana selama tujuh tahun.

4. Hubungan Pangeran Philip dan Pangeran Charles


Hubungan Pangeran Philip dan Pangeran Charles
shutterstock

Meski memiliki hubungan yang amat setia dengan Ratu Elizabeth, hubungan Pangeran Philip dengan putra sulungnya, Pangeran Charles tidak pernah sangat dekat. Kemudian, hubungan tersebut malah semakin menjauh pada tahun 1995.

Pangeran Philip yang memiliki reputasi sebagai seorang yang dingin terhadap anak-anaknya, mengirim Pangeran Charles ke sekolah asrama di Gordonstoun, tempat ia pernah menempuh pendidikan. Menurut sebuah sumber, keduanya berada pada fase "perang" setelah Pangeran Philip memutuskan untuk menebang 63 pohon ek kuno di Istana Windsor.

5. Punya Kecintaan Pada Melukis


Punya Kecintaan Pada Melukis
shutterstock

Sementara Pangeran Philip dikenal sebagai seorang yang pandai dan gemar berkuda, ia juga diketahui punya kecintaan pada melukis. Ia juga dikenal sebagai seorang penulis dan pilot yang ulung.

Dikenal demikian, karya lukisannya yang paling terkenal adalah sebuah lukisan menggambarkan istrinya yang sedang sarapan sambil membaca sebuah surat kabar. Lukisan tersebut berjudul "The Queen at Breakfast, Windsor Castle." yang dibuat pada tahun 1965.

You can share this post!

Related Posts