Waspada, Anjing Berpeluang Jadi Sumber Wabah Flu Mematikan Setelah Babi
SerbaSerbi

Kasus yang sama juga pernah terjadi saat virus flu burung berpindah ke babi dan kemudian mulai bercampur untuk mengasilkan sebuah wabah baru yang bisa ditularkan pada manusia.

WowKeren - Selama ini, anjing dikenal sebagai sahabat baik manusia. Akan tetapi, mulai saat ini, kita juga harus waspada terhadapnya. Menurut para ilmuwan, hewan yang banyak dipelihara tersebut bisa saja menjadi perantara dari wabah influenza lainnya.

Prediksi mengkhawatirkan tersebut muncul akibat meningkatnya keragaman flu dalam anjing. Selain itu, bukti baru juga mengungkapkan bahwa virus tersebut bisa berpindah dari babi ke gigi taring. Perkembangan ini sesuai dengan peningkatan wabah H1N1 yang terjadi pada tahun 2009 yang lalu dan berasal dari burung.

Jika tidak segera dikendalikan, skenario buruknya penularan influenza serupa bisa bervelousi dengan anjing sebagai perantara antara hewan dan manusia. Meskipun demikian, masih belum ada bukti adanya penularan antara manusia dan para anjing tersebut.

"Sebagian besar dari penyakit pandemik ini dihubungkan dengan babi sebagai perantara antara virus dari burung kepada manusia," ungkap salah satu peneliti, Adolfo Garcia-Satre, dari Icahn School of Medicine di Mt Sinai, New York, dilansir LiveScience pada Senin (11/6). "Dalam penelitian ini, kita mengindentifikasi virus-virus yang berpindah dari babi ke anjing.".

Penelitian ini merupakan kelanjutan dari identifikasi kasus virus flu yang ditularkan dari kuda ke anjing, lima belas tahun yang lalu. Pada lima tahun yang lalu, para ilmuwan juga menemukan bahwa virus-virus tersebut bisa beralih dari burung ke anjing. Sekarang, sepertinya, kita bisa menambahkan babi ke dalam daftar tersebut, garis waktu juga menunjukkan bahwa semua ini terjadi dengan relatif cepat.

Para ilmuwan ini mengurutkan genom lengkap untuk 16 virus influenza yang diambil sampelnya dari 800 anjing di Tiongkok Selatan antara tahun 2013 dan 2015. Mereka kemudian menemukan kecocokan dengan jenis flu babi terntu dan variasi baru pada virus flu anjing yang sudah ada. Semua sampel tersebut diambil dari anjing-anjing yang mengunjungi dokter hewan dengan kelihan masalah pernapasan. Terbukti, hampir 15 persen hewan tersebut terserang influenza.

"Apa yang kami temukan adalah kumpulan virus lain yang berasal dari babi yang awalnya berasal dari unggas," jelas Adolfo. "Mereka sekarang juga berpindah ke anjing dan telah dirupakan kembali dengan virus lainnya yang ada di anjing. Mereka mulai berinteraksi satu sama lain."

Kasus yang sama juga terjadi pada tahun 2009 di saat virus flu burung berpindah ke babi, bercampur dengan virus yang lain untuk menciptakan sesuatu yang bebeda lalu ditularkan kepada manusia. Meskipun masih berupa prediksi, peringatan ini tentu saja tidak bisa diabaikan. Hal tersebut mengingat banyak manusia menghabiskan banyak waktunya bersama para anjing.

Ketika virus flu tersebut bercampur dan menjadi lebih beragam, peluang meningkat dan akhirnya menginfeksi seseorang sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu, para peneliti menganjurkan para pemilik anjing untuk melakukan langkah-langkah pencegahan khusus, salah satunya adalah dengan program vaksinasi.

You can share this post!

Related Posts