Rilis MV 'Rescue Me', 30 Seconds to Mars Ajarkan Lawan Ketakutan Hingga Depresi
official site
Musik

30 Seconds To Mars menyampaikan pesan agar orang-orang lebih berani mengungkapkan perasaan lewat video klip 'Rescue Me'.

WowKeren - Grup band 30 Seconds to Mars merilis video klip terbaru berjudul "Rescue Me", dari album mereka yang bertajuk "America". Video klip lagu "Rescue Me" diunggah di akun YouTube milik 30 Seconds to Mars pada Selasa (12/6). Ini menjadikan "Rescue Me" sebagai video klip kedua yang dirilis, usai "Walk On Water" pada 8 November 2017 lalu.

Dalam video tersebut, tampak beberapa orang yang memiliki latar belakang berbeda-beda. Ada yang memiliki penyakit mental, cacat tubuh, ras yang berbeda, hingga penyakit Vitiligo atau hilangnya pigmen kulit. Di album "America", grup yang akrab disebut Mars ini memang lebih fokus mengangkat isu-isu sosial yang terjadi di Negari Paman Sam tersebut.


Tak hanya sekadar merilis video klip, Mars juga menyampaikan pesan penting bagi para pendengarnya. Hal ini disampaikan oleh sang vokalis, Jared Leto, di bagian keterangan video klip "Rescue Me". Pesan yang disampaikan Mars adalah agar orang-orang lebih menerima kekurangan hingga masa lalu yang kelam.

"'Rescue Me' adalah lagu tentang rasa sakit, lagu tentang pemberdayaan, lagu tentang kepercayaan, dan lagu tentang kebebasan," ungkap Jared. "Kebebasan dari reruntuhan masa lalumu. Kebebasan dari belenggu diri. Dan kebebasan untuk merangkul semua janji yang ditawarkan kehidupan."

Lebih lanjut, Jared menyebut lagu "Rescue Me" mengajak pendengar untuk berjuang melawan ketakutan, depresi dan kecemasan. Aktor sekaligus musisi berusia 46 tahun tersebut ingin semua orang bisa hidup bahagia.

"Itu juga merupakan lagu tentang perang brutal sehingga banyak dari kita yang berjuang melawan ketakutan, depresi, dan kecemasan," lanjut Jared. "Dengan harapan bahwa kita mungkin, suatu hari, menjalani kehidupan yang dipenuhi dengan kebahagiaan dan mimpi."

Selain itu, Jared juga menyebutkan bahwa rasa sakit bisa menyerang siapa saja. Khususnya dalam kasus penyakit mental membuat penderitanya takut untuk berbicara.

"Rasa sakit tidak membeda-bedakan. Itu bisa memengaruhi kita semua. Di dalam tubuh kita. Hati kita. Pikiran kita," imbuh Jared. "Dan seringkali, ketika rasa sakit itu bersifat emosional atau mental, kita takut untuk berbicara."

Selanjutnya, Jared juga menyebutkan bahwa semua orang pasti memiliki masa saat tidak dalam kondisi yang baik. Adik sekaligus rekan satu band Shannon Leto ini mengaku pernah mengalami hal tersebut, dan telah mengubah hidupnya.

"Tak satu pun dari kita 'baik-baik saja' sepanjang waktu. Dan seharusnya tidak ada stigma ketika kita tidak baik-baik saja. Baik kakakku dan aku telah memiliki pertempuran pribadi yang kuat dan itu, dan terus berlanjut, hidup berubah," sambung Jared. "Aku mencoba mengingat bahwa hanya melewati hari-hari yang paling gelap menunggu saat-saat paling terang dan paling berharga. Dan perubahan itu selalu tepat di dekat kita."

Tak lupa, Jared juga mengucapkan rasa terima kasih kepada orang-orang yang mau terlibat dalam pembuatan video klip "Rescue Me". Pemeran tokoh Joker di film "Suicide Squad" ini pun memuji Mark Romanek yang menyutradarai video klip "Rescue Me", sehingga terlihat indah walaupun sederhana.

Belum usai, Jared juga mengimbau agar orang-orang yang merasa tersakiti segera meminta bantuan. Pelantun lagu "Hurricane" ini pun memberikan semangat agar mereka yang membutuhkan pertolongan berhasil melewatinya.

You can share this post!

Related Posts