Sering Tiba-Tiba Marah Saat Lapar Melanda? Ini Penjelasan Ilmiahnya
SerbaSerbi

Terkait dengan emosi, rasa marah saat lapar ternyata juga bisa dihindari, lho. Bagaimana caranya?

WowKeren - Pernah enggak sih kamu tiba-tiba merasa kesal dan marah saat sedang lapar? Pada saat perut masih kosong, kamu tanpa sebab jadi sebal dengan lingkungan dan orang-orang di sekitarmu. Nah, tahukah kamu kalau istilah baru untuk menggambarkan suasana tersebut sudah diterima oleh Oxford Dictionary? Ya, perasaan marah saat sedang lapar itu disebut dengan "Hangry".

Kata itu berasal dari gabungan dua kata lainnya, yakni "Hunger" (lapar) dan "Angry" (marah). Saat itu, sesuatu sederhana seperti melewatkan makan dapat mengubah suasana hatimu dari menyenangkan menjadi secara tidak rasional tia-tiba menjadi mudah tersinggung dan lekas marah.


Penelitian baru menunjukkan bahwa perasaan hangry ini ternyata lebih rumit daripada hanya setetes gula darah. Selain itu, menurut para pakar, perasaan kesal ini menjadi sebuah respon emosional yang rumit antara isyarat biologi, kepribadian, dan juga lingkungan.

Penelitian yang dilakukan untuk menjawab alasan dibalik rasa marah saat lapar ini melibatkan 400 orang Amerika. Dalam penelitian ini, para ilmuwan mencoba mencari jawaban mengenai bagaimana rasa lapar bisa memengaruhi emosi seseorang.

Para partisipan ini ditunjukkan sebuah gambar yang dibuat untuk merangsang perasaan positif, netral maupun negatif mereka. Setelah itu, mereka diminta untuk memberikan nilai dari skala satu sampai tujuh mengenai seberapa menyenangkannya gambar tersebut. Tak lupa, mereka juga diminta menggambarkan seberapa lapar mereka saat melihat gambar berupa piktograf China tersebut.

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa peserta yang lapar dan dibayangi perasaan negatif cenderung melihat gambar tersebut sebagai sesuatu yang kurang menyenangkan. "Ide ini menggambarkan bahwa gambar negatif memberikan konteks bagi orang-orang untuk menafsirkan kelaparan mereka sebagai makna dari piktograf yang tidak menyenangkan," jelas Jennifer MacCormack dari University of North Carolina dilansir ScienceAlert pada Rabu (13/6).

Para peneliti juga menemukan bahwa peserta yang lapar merasakan emosi yang jauh lebih besar seperti perasaan stres dan juga kebencian. Akan tetapi, sebagian peserta berhasil memusatkan emosi mereka sehingga tidak terpengaruh dengan perasaan hangry ini.

"Sederhana saja, dengan cara mengambil langkah mundur dari situasi saat ini dan mengetahui apa yang kamu rasakan, kamu masih bisa menjadi kamu bahkan ketika merasa lapar," lanjut Jennifer. "Tubuh kita bermain peran penting dalam membentuk momen-momen pengalaman kita, persepsi, dan juga perilaku kita entah saat lapar atau kenyang, juga saat lelah dan istirahat, termasuk saat sakit dan saat sedang sehat.".

You can share this post!

Related Posts