Masih Misterius, Pohon Tertua Berusia Hampir 2500 Tahun di Afrika Tiba-Tiba Mati
alamy
SerbaSerbi

Padahal, peneliti menjelaskan bahwa pohon baobab merupakan jenis yang 'sangat sulit untuk dibunuh'.

WowKeren - Pohon baobab merupakan nama umum dari genus pohon Adansonia. Pohon ini juga disebut dengan beberapa nama lainnya, seperti "boab", "boaboa", "bottle tree", "upside-down tree" dan sebagainya. Pohon ini bisa mencapai tinggi 5 hingga 30 meter dengan diameter dari 7 hingga 11 meter. Pohon baobab diketahui juga bisa menampung air hingga kapasitas 12 ribu liter.

Memiliki manfaat yang besar, pohon raksasa ini dikenal juga sebagai "Tree of life". Pohon-pohon ini menyediakan tempat tinggal, pakaian, makanan, dan juga air bagi hewan dan juga manusia yang ada di daerah padang rumput Afrika. Selain itu, pohon ini juga menyimpan daya tarik yang besar bagi para turis yang mengunjungi Afrika. Sampai-sampai, masyarakat sekitar memutuskan untuk membangun pub di salah satu pohon baobab yang ada di Provinsi Limpopo, Afrika Selatan.


Sayangnya, keberlangsungan pohon ini mulai terancam. Beberapa dari pohon baobab yang tertua dan terbesar mati secara mendadak dalam beberapa dekade terakhir. Pohon-pohon tersebut telah berusia antara 1.100 hingga 2.500 tahun.

"Ini benar-benar mengejutkan dan dramatis untuk dialami selama hidup kita," jelas sisten penulis penelitian, Adrian Patrur dari Babes-Bolyai University di Romania dilansir The Guardian pada Kamis (14/6). "Kematian begitu banyak pojon dengan masa seribu tahun lebih.".

Di antara 9 pohon baobab yang mati, ada 4 pohon yang menjadi pohon baobab terbesar di Afrika. Sementara itu, penyebab dari kematian mendadak ini masih belum jelas. Para peneliti menduga bahwa kejadian menyedihkan ini disebabkan karena perubahan iklim. Akan tetapi, mereka masih belum bisa menunjukkan bukti-bukti yang relevan. Oleh karena itu, penelitian lanjutan sangat diperlukan demi menjawab kematian pohon-pohon yang menjadi ikon dari Benua Hitam tersebut.

Antara tahun 2005 dan 2017 yang lalu, para peneliti memeriksa dan memberikan tanggal pada hampir semua pohon baobab yang ada di Afrika. Mereka mengumpulkan data tentang ketebalan, tinggi, volume, dan usia kayu. Para peneliti ini juga mencatat fakta-fakta menarik dan tak terduga, yakni bahwa sebagian besar pohon tertua dan terbesar mati selama periode penelitian. Semua pohon tersebut berada di wilayah Afrika bagian selatan, yakni Zimbabwe, Namibia, Afrika Selatan, Botswana, dan Zambia.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana pohon tersebut bisa tumbuh sangat besar. Para peneliti menemukan bahwa batang baobab tumbuh tidak hanya dari satu batang inti ganda. Oleh karena itu, pohon ini akan "sangat sulit untuk dibunuh". Namun, kenyataan berkata lain.

Dari 10 pohon yang terdaftar oleh penulis penelitian, 4 telah mati sepenuhnya. Batang ganda mereka tumbang dan mati bersama. Sementara itu, pohon-pohon yang lain mengalami kematian satu atau beberapa bagian.

You can share this post!

Related Posts