Sindir Siti Badriah 'Munafik' Tak Akui Jargon 'Syantik', Syahrini Cemburu Gara-Gara Kalah Tenar?
Selebriti

Bukan cuma Sibad, Syahrini dan adiknya, Aisyahrani, juga mengeluhkan artis lain yang kerap memakai jargon unik seperti 'Maju Mundur Canti' dan 'Manja'.

WowKeren - Syahrini dikenal sebagai selebriti yang kreatif mempopulerkan jargon-jargon unik. Diantaranya "Syantik", "Maju Mundur Cantik" dan "Manja".

Ia mengklaim mempopulerkan kata-kata "Syantik" dan kecewa karena Siti Badriah enggan mengakui hal itu. Siti dan pencipta lagu "Lagi Syantik", Yogi, malah menyebut kalau kata-kata "Syantik" bisa diucapkan siapa saja. Alih-alih mengakui Syahrini, Yogi malah menyebut nama Mimi Peri.

"Semua berangkat dari pikiran positif, karna kita berkarya tanpa menjiplak, cantik itu umum kok, siapa saja bisa pake kata-kata itu enggak cuma Syahrini aja," kata Yogi. "Kalo untuk syantik ada beberapa akun sosmed yang aku ikutin itu salah satunya Mimi Peri dia suka pake kata syantik. Kan Mimi Peri dia ada fans ada haters juga. Insya Allah bisa menghibur."

Hal ini tak urung memuat Syahrini kesal. Ia lantas menggunakan kaos "Anda Jangan Julid" dan menyindir Siti Badriah. "Aku suka miris dan menyayangkan sekali, kadang sesama para artis juga sering mengikuti (kata-kata) dari bibir lincah ini, seperti 'Anda Jangan Julid', 'manjah', 'syantik', tapi mereka suka tidak mengakui itu dari Syahrini, apa sih susahnya, kita kan berteman. Tapi suka pada munafik kan. Anda jangan julid, nanti rejeki anda diambil lagi sama Allah," sindirnya.

Adik sekaligus manajer Syahrini, Aisyahrani, juga menyebut Rina Nose dan Ivan Gunawan memakai jargon yang dipopulerkan sang kakak hingga menghasilkan uang. Namun sama seperti Sibad, keduanya juga terkesan enggan mengakui jasa Syahrini.

"Ada Rina Nose buat lagu 'Maju Mundur Maju Mundur', kalau enggak dari Syahrini dari mana. Saya enggak emosi tapi apa sih susahnya," kata Rani. "Bukan Syantiknya, tapi semua. Kayak Ivan Gunawan saja Mandja, enggak ada masalah, berkah. Maksudnya kenapa sih enggak mau mengakui keberadaannya dia di dunia ini. Manja dipakai sama manja hijab, berkah. Maksudnya kenapa sih enggak mau mengakui keberadaannya dia gitu, padahal kan kita sama-sama seniman."

Aisyahrani juga mengaku sering mendapat DM saran agar jargon-jargon itu dipatenkan. "Bukan kita jengkel atau enggak. Syahrini kan selalu, 'Sudah enggak usah dipikirin'. Jadi gini, kenapa aku mau ngomong, jadi banyak yang DM ke kita, ke managemen, ke email, kenapa enggak dipatenkan? Nggak bisa, karena itukan kata-kata sehari-hari. Tapikan gayanya yang dipakai, itu maksudnya. Aku mau jengkel, mau apa, mau apa, enggak boleh," terang Rani.

Sementara itu, netizen menanggapi sinis keluh kesah Syahrini dan Rani. Mereka menganggap sindiran terhadap Sibad dan artis lain itu terlalu berlebihan.

"Emang ada gitu hak cipta jargon wkwkkw dasar inces lebay," sindir netizen. "Ada yg cemburu nihh sama lagu sibad haha," ujar netter. "Kalah saing nih, kalah tenar," seru netter. "Kenapa pas booming baru koar koar 😏 uaaaneh temen," ujar netter. "Klo dipikir2 sih yg bikin lagu syantik itu tenar bukn masalah kata2 "syantik"nya. Tapiii KALO DIDENGERIN MIRIP2 DESPACITO. Dan tau sendiri doong demam despacito kmrn gmn ? Mendunia shaay.. Even skr despacito meredup tp tetep aja masih enak didenger. Kalo menurut aq yg bikin booming ya itu. Krn klo dr lirik B ajah. Engga sekuat lirik sayang atau jaran goyang wkwkwk," ujar netter lainnya.

You can share this post!

Related Posts