Syuting 'Four Men' Diberhentikan, Staf Beberkan Tindakan Tak Bertanggung Jawab Pihak Produksi
TV

Staf mengatakan bahwa Victory Contents tidak mau membayar peminjaman peralatan untuk syuting sehingga PD Jang mengambil uang dari kantong pribadinya.

WowKeren - Kabar kurang sedap datang dari drama "Four Men". Drama yang dibintangi oleh Park Hae Jin dan Nana After School terancam dibatalkan. Pasalnya, staf drama tersebut mengadakan mogok kerja setelah upah mereka belum dibayarkan.

"Four Men" diproduksi oleh Victory Contents. Dilansir dari Allkpop, awalnya masalah terjadi karena pihak produksi disebut tidak membayar sfat sebanyak tiga kali. Mereka dikabarkan tidak mendukung proses syuting seperti tidak mau membayar berbagai perlengkapan dan koreografer stuntman.

"Kami punya banyak persiapan karena akhir dari setengah bagian pertama sangat penting. Kami ingin meminjam peralatan dari Komisi Film Busan untuk sebanyak 4 juta KRW (sekitar Rp 51 juta), tetapi orang-orang di PH tidak menjadwalkannya tepat waktu sehingga kami menggunakan peralatan dari tempat lain yang berharga 8 juta KRW (lebih dari Rp 100 juta)," jelas seorang staff. "Karena perbedaan harga, kami diminta untuk menunda proses syuting. Kami tidak bisa karena jadwal para aktor dan staf serta lokasi yang kami pinjam."

"Awalnya, PD Jang Tae Yoo berkata ia akan menutupi harganya, tetapi ia telah menghabiskan 10 juta KRW (sekitar Rp 128 juta) dari uangnya sendiri untuk menutupi biaya. Jadi PD kamera bilang dia akan menutupi selisih harga. Umumnya, biaya sewa adalah 12 jam, dan setelah itu, ada biaya tambahan," lanjut staf tersebut. "Setelah kami syuting, biayanya mencapai 18 juta KRW (sekitar Rp 231 juta). Tetapi para produsen tidak akan menutupi jumlah itu dan mengatakan kepada PD kamera untuk membayar semua itu karena kami menggunakan peralatan yang tidak mereka sarankan untuk digunakan."

Selain itu, staf juga membeberkan tindakan semena-mena pihak produksi. Mereka mengatakan bahwa PH tidak membayar koreografer tari untuk adegan Park Hae Jin dan Nana di teaser. PH juga tidak mendukung penggunaan drone untuk sebuah adegan.

Saat star membutuhkan hujan buatan untuk sebuah adegan, PH malah menyuruh mereka syuting saat hari hujan. Bahkan saat terjadi kecelakaan saat syuting, mereka meminta tim pemeran pengganti yang membayar kerusakannya.

Salah satu staf mengatakan, "Staf film dibayar setiap bulan. Namun, pihak produksi meminta PD Jang untuk memperbaiki skrip sebelum syuting, jadi kami syuting 4 kali di bulan Januari dan satu kali pada Februari. Setelah itu, perusahaan produksi mengatakan mereka akan membayar kami setiap hari alih-alih untuk bulan itu, jadi dua tim pergi setelah melaporkan situasi itu ke Kementerian Tenaga Kerja. Staf lainnya dibayar untuk pekerjaan bulan Januari dan Februari mereka pada bulan April dan ini terjadi tiga kali. Ketika staf lain yang tidak mendapatkan bayaran pergi, PD Jang mengambil kontrak untuk perusahaan ini dan membayar staf menggunakan uang sendiri, dan menerimanya setelahnya dari PH. Dia menggunakan 10 juta won dari uangnya sendiri dengan membayar staf dan peralatan pinjaman."

Kabarnya, para staf mencoba untuk mengganti PH karena syuting telah dihentikan sejak 10 Mei. Sebagian besar staf telah keluar dari produksi ini. Seorang anggota staf mengungkapkan bahwa mereka telah mengirim pemberitahuan hukum karena belum dibayar sebanyak 25 juta KRW (sekitar Rp 323 juta).

"PD Jang berusaha mendapatkan uang dari kantongnya sendiri. Bahkan jika dia tidak bisa dihubungi, mereka bisa menghubungi labelnya tetapi mereka tidak mencoba," ungkap salah satu staf. "Mereka mengancamnya melalui pesan dan datang ke kantornya setelah mabuk dan polisi harus menyeret mereka keluar. Karena begitu banyak tekanan, PD Jang bahkan harus dirawat di rumah sakit. Aku menjenguknya dan dia tidak dalam keadaan baik."

Sementara itu, banyak netter yang menyalahkan Park Hae Jin dan agensinya dalam kasus ini. Namun, tak sedikit yang membelanya karena alasan netter lain tidak berdasar.

Sementara itu, "Four Men" rencananya tayang di TV Chosun pada November mendatang. Namun belum ada keterangan resmi dari TV Chosun terkait pengaruh krisis produksi terhadap jadwal tayang drama ini.

You can share this post!

Related Posts