Bahaya, Kenakan Dasi Terlalu Kencang Bisa Pengaruhi Kinerja Otak Hingga Stroke
SerbaSerbi

Hasil tes scan MRI atas kepala para sukarelawan itu menunjukkan bahwa ada penurunan aliran darah hingga 7,5 persen menuju otak.

WowKeren - Dasi merupakan salah satu aksesoris yang dikenakan pria. Penggunaan dasi sendiri biasanya saat acara formal atau sekedar ingin terlihat lebih rapi.

Pertama kali dipakai pada abad ke-16, dasi diperkenalkan oleh para prajurit di Kroasia. Mereka mengenakan sepotong kain di leher sebagai pakaian tradisional.

Kemudian dasi diadopsi oleh Perancis setelah prajurit tersebut masuk ke negara itu. Inggris juga ikut melakukan hal yang sama. Kebanyakan dasi digunakan untuk para tentara dan berfungsi sebagai penutup mulut dari debu serta menjaga leher tetap hangat.

Mengenakan kain leher kemudian mulai merambat ke Amerika. Pada 1864, Jerman dan Amerika mulai memproduksi ikat leher versi modern dan mematenkannya.

Disisi lain, dasi rupanya dapat berbahaya bagi penggunanya, lho. Apalagi untuk para pria yang kerap mengencangkannya di leher mereka.

Para ahli dari Rumah Sakit Universitas Schleswig-Holstein di Jerman melakukan sebuah penelitian dengan menggunakan 30 pria muda. 15 di antaranya mengenakan dasi bergaya Full Windsor yang cara mengikatnya lebih dari dua simpul, serta menariknya secara kencang. Sementara sisanya diminta untuk memakai kaus berkerah terbuka yang nyaman, sebagaimana yang dilansir dari Science Alert.

Hasil tes scan MRI atas kepala para sukarelawan itu menunjukkan bahwa ada penurunan aliran darah hingga 7,5 persen menuju otak. Penurunan tersebut disebabkan oleh tekanan ekstra dari dasi yang menghalangi pembuluh darah.

Penurunan aliran darah sering dikaitkan dengan fungsi neuron dan sel-sel dama otak. Ketika fungsi otak menurun, maka sistem kerja di dalamnya tidak dapat bekerja dengan baik. Dalam kasus tertentu, penurunan aliran darah ke otak dapat menyebabkan stroke, lho.

Namun, Steve Kasem dari Neuroscience Research Australia yang tidak terlibat dalam penelitian ini mengatakan bahwa penurunan 7,5 persen tidak bisa menimbulkan gejala yang nyata. Mungkin hal itu akan berakibat bagi orang yang memiliki masalah dengan aliran darah seperti perokok, lansia dan penderita hipertensi. Efek yang bisa ditimbulkan berupa sakit kepala, pusing dan mual.

Sebaiknya, para pria juga tetap berhati-hati karena hal sepele ini. Mungkin kalian dapat mengikuti jejak Mark Zuckerberg serta mendiang Steve Jobs telah mengenalkan konsep pakaian kerja para lelaki modern yakni tidak harus yang rapi dan ketat.

Loading...

You can share this post!

Related Posts