'Black Panther' Tuai Sukses Besar, P. Diddy Tuding Marvel Eksploitasi Kulit Hitam
Getty Images
Film

Menurut Diddy, 'Black Panther' hanya mengambil keuntungan dari kulit hitam untuk mendulang jutaan dolar.

WowKeren - "Black Panther" tentunya menjadi proyek pembuka tahun 2018 yang begitu membanggakan bagi Marvel Studios. Meski mengangkat tema yang bisa dibilang tak lazim, yaitu mengenai superhero berkulit hitam serta mengupas tentang kebudayaan Afrika, nyatanya "Black Panther" menjadi salah satu film tersukses yang pernah digarap oleh MCU.

Akan tetapi, di luar sambutan luar biasa terhadap film garapan Ryan Coogler ini, ternyata ada juga beberapa pihak yang melontarkan kritik keras lantaran tema yang diusungnya. Salah satunya adalah rapper serta produser rekaman tersohor Hollywood, P. Diddy.

Pria yang memiliki nama asli Sean Combs ini menyebut bahwa "Black Panther" merupakan sebuah "eksperimen kejam." Meskipun ia mengakui betapa suksesnya "Black Panther" di pasaran, namun rapper berusia 48 tahun ini juga menegaskan mengenai perbedaan keuangan yang muncul dari perusahaan-perusahaan besar yang mengubah budaya Afrika-Amerika menjadi sebuah produk komersil.

"Kita hidup di 2018, dan ini pertama kalinya industri film memberikan kita lahan untuk blockbuster seluruh dunia, dan ratusan juta dibutuhkan untuk membuatnya. Hanya lima persen dari investasi modal seperti itu yang dimiliki oleh orang kulit hitam, bisnisnya, idenya, karya ciptanya," kata P. Diddy dilansir Variety pada Jumat (13/7).

"Black Panther" sendiri memang didominasi oleh para aktor dan aktris kulit hitam, sesuai dengan tema mengenai segala aspek negara Afrika yang mereka dijadikan sebagai patokan utama. Di antaranya adalah Michael B. Jordan, Chadwick Boseman, Lupita Nyong'o, Danai Gurira, serta Letitia Wright.

"Kalian tidak bisa melakukan apapun tanpa uang, tanpa sumber daya. Tetapi saat kita memperoleh sumber daya itu, kita menggunakannya dengan berlebihan," lanjut P. Diddy.

Menilik dari kritik yang ia ucapkan, secara tak langsung pria asal New York ini menyebut bahwa "Black Panther" telah mengeksploitasi orang-orang kulit hitam untuk mendulang jutaan dolar, akan tetapi tidak mempercayai orang kulit hitam di posisi sentral manapun.

"Tidak ada direktur kulit hitam di industri hiburan. Ada perusahaan yang menghasilkan banyak uang dari budaya orang kulit-hitam, bentuk seninya, tetapi mereka tidak menginvestasikan atau mempercayai orang kulit hitam," pungkas sang rapper.

Terlepas dari tudingan P. Diddy, "Black Panther" sendiri dipercaya sebagai suatu simbol emansipasi dan persamaan derajat bagi para masyarakat kulit hitam. Hal ini terbukti dari sejumlah rekor yang berhasil diraih oleh film berlatar Wakanda tersebut, baik dalam masa pre-sale maupun setelah ditayangkan. Bahkan "Black Panther" tercatat mendominasi box office selama lima pekan berturut-turut, serta bertahan di daftar sepuluh besar dalam kurun waktu sebelas minggu.

Loading...

You can share this post!

Related Posts