Sudah Ditangkap, Ternyata Seperti Ini Alasan Pelaku Lakukan Teror ke Twice
Twitter
Selebriti

Pelaku mengungkapkan alasannya melakukan teror ke girl group Twice beberapapa waktu lalu.

WowKeren - Kehidupan selebriti selalu dikelilingi oleh para penggemar yang mencintai mereka. Namun tak sedikit pula penggemar fanatik hingga haters yang memberikan komentar pedas hingga melakukan kejahatan kepada sang selebriti.

Popularitas girl group Twice belakangan ini memang tak diragukan lagi. Seiring dengan popularitas yang tinggi, ternyata Twice tak hanya memiliki penggemar namun juga haters yang sempat meneror grup besutan agensi JYP Entertainment tersebut.

Beberapa waktu lalu Twice menerima ancaman mengerikan dari seorang pria. Seorang pria mengaku akan menyiram Twice dengan cairan asam klorida sebanyak 10 liter saat tiba di bandara Incheon dari Jepang.

Tak membutuhkan waktu lama, kasus ini segera ditangani oleh agensi Twice. Sang pelaku pun akhirnya ditangkap dan sedang melewati tahap penyelidikan lebih lanjut.

Pada tahap penyelidikan ini sang pelaku ditanya alasannya melakukan hal jahat tersebut kepada Tzuyu cs. "Aku melakukannya karena aku marah saat tahu kabar bahwa Twice memperluas kariernya ke Jepang," kata sang pelaku yang dikutip program KBS belum lama ini.

Alasan singkat pelaku yang masih berusia 20an ini pun akhirnya ramai di media sosial. Banyak yang tak mengerti hal tersebut bisa membuat seorang pria memutuskan untuk melakukan kejahatan kepada Twice.

"Pria bodoh. Apa masalahnya kalau mereka tur di Jepang? Apa ini salah satu komentar para orang Korea yang benci dengan Jepang?" kata netter. "Salah satu pemikiran orang psikopat," seru netter. "Sedihnya. Twice harus bekerja keras saat comeback ketika di Korea, tapi menerima kebencian saat mereka berada di Jepang," tambah netter.

"Aku juga tak mengerti. Apa orang Korea tak ingin Twice fokus di Jepang dan ingin mereka hanya populer di Korea?" sahut netter. "Syukurlah orang seperti ini sudah ditangkap," ujar netter. "Menjijikkan," celetuk lainnya.

Tak hanya Twice yang menerima ancaman serupa dari orang tak dikenal. A Pink tahun 2017 lalu mendapatkan sejumlah ancaman bom. Polisi mengatakan pihaknya bekerja sama dengan interpol untuk menangkap pelaku yang kabarnya tengah tinggal di Kanada.

You can share this post!

Related Posts