Benarkah Rokok Elektrik Justru Bisa Atasi Kecanduan Merokok? Ini Penjelasannya
Living in Tehran
Health

Kandungan nikotin yang cukup besar pada rokok elektrik selama ini banyak dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan, namun ada satu manfaat yang terabaikan menurut penelitian.

WowKeren - Keberadaan rokok elektrik semakin marak akhir-akhir ini. Meski telah ada sejak tahun 1963, rokok jenis ini baru benar-benar diproduksi dan diedarkan pada tahun 2003. Pada tahun 2006, rokok elektrik semakin terkenal di pasaran.

Di Indonesia sendiri, rokok elektrik sudah semakin mudah didapatkan. Pada tahun 2014 saja, rokok elektrik dikabarkan telah memiliki 466 variasi merek. Cara mendapatkannya pun semakin mudah.


Sayangnya, rokok jenis ini kerap kali dikaitkan dengan berbagai risiko buruk kesehatan. Dibandingkan dengan rokok konvensional, rokok elektrik justru banyak disebut lebih berbahaya. Benarkah hal tersebut?

Dilansir dari Hellosehat pada Senin (20/8), rokok elektrik mengandung beberapa jenis larutan. Kandungan nikotin jelas menjadi bahan utamanya. Selain itu, terdapat juga zat seperti propilen glikol, logam, silika, dan sebagainya.

Meskipun demikian, ada satu hal yang diabaikan dari kegunaan rokok elektrik ini, yakni sebagai alat untuk menghentikan kebiasaan merokok. Lantas ampuhkah dan benarkah rokok elektrik benar-benar bermanfaat untuk mengatasi kebiasaan merokok?

Komite Sains dan Teknologi di Inggris baru-baru ini menerbitkan sebuah laporan mengenai rokok elektrik. Mereka menyajikan bukti terkini mengenai bahaya rokok elekrtik dibandingkan dengan rokok konvensional. Mereka menyatakan bahwa kebijakan rokok elektrik tak bisa lagi disamakan dengan rokok konvensional.

Norman Lamb, Ketua Komite Sains dan Teknologi mengatakan bahwa rokok elektrik terbukti menjadi alat untuk menghentikan kebiasaan merokok. "Rokok elektrik telah terbukti sebagai alat untuk menghentikan kebiasaan merokok. Sementara itu, kegagalan untuk mengeksplorasi kegunaan rokok elektrik justru akan membuat orang-orang kembali ke rokok konvensional," ujar Norman dilansir Strait Times pada Senin (20/8).

Lebih lanjut, Norman menjelaskan bahwa rokok elektrik yang berlisensi justru akan memudahkan dokter untuk mendiskusikan dan merekomendasikan mengenai keinginan untuk berhenti merokok. Komite juga menderngar bahwa orang-orang dengankesehatan mental, yang biasanya merokok jauh lebih banyak dari yang lain, justru diuntungkan dengan penggunaan rokok elektrik ini.

Di sisi lain, memang masih belum banyak ditemukan bukti mengenai rokok elektrik yang mambu sembuhkan kecanduan merokok. Salah satu cara yang direkomendasikan untuk berhenti merokok adalah dengan melakukan konsultasi dengan ahli.

Beberapa orang menggunakan banyak cara untuk bisa berhenti merokok. Beberapa di antaranya adalah dengan menjalani terapi penggantian nikotin dalam bentuk permen karet. Metode ini sudah banyak disetujui para ahli sebagai salah satu alat yang bermanfaat untuk perokok yang ingin menghentikan kebiasaan merokok.

You can share this post!

Related Posts
Loading...