Puluhan Pekerja Trans Papua Ditembak Kelompok Bersenjata, Jokowi: Tumpas Sampai ke Akarnya
Nasional

Presiden Jokowi meminta agar para pelaku pembunuhan pekerja Trans Papua ditangkap dan ditumpas hingga ke akarnya.

WowKeren - Puluhan pekerja proyek jembatan Trans Papua di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga harus meregang nyawa di tangan kelompok bersenjata. Sebagian ditembak mati di daerah tak jauh dari lokasi pembangunan jembatan.

Tak cukup sampai di situ, pelaku juga menyerang pos TNI yang berada di kabupaten Nduga sehingga menewaskan satu anggota TNI. Terkait kasus ini, Presiden Joko Widodo meminta agar pelaku segera ditangkap. Menurutnya, kasus ini merupakan tindakan biadab dan tidak berperikemanusiaan.


“Saya juga telah memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengejar dan menangkap seluruh pelaku tindakan biadab dan tidak berperikemanusiaan tersebut,” tegas Presiden Jokowi saat ditemui di Istana Negara pada hari Rabu (5/12). “Kita akan tumpas mereka sampai akar-akarnya.”

Pembangunan Trans Papua merupakan salah satu upaya untuk membuka isolasi di wilayah Kabupaten Nduga. Nduga merupakan tempat yang strategis untuk membangun infrastruktur seperti jembatan. Alasannya, Nduga merupakan penghubung antara 11 kabupaten lainnya di wilayah pegunungan tengah.

Kasus penembakan yang menewaskan satu prajurit TNI ini tak menyurutkan langkah Presiden Jokowi untuk membangun tanah Papua. Menurut beliau, keadilan sosial harus berlaku secara merata bagi seluruh rakyat Indonesia, tak terkecuali rakyat Papua.

“Bahkan membuat tekad saya membara untuk melanjutkan tugas besar kita...untuk membangun tanah Papua...serta untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tambah Presiden Jokowi. Beliau menegaskan bahwa rakyat Indonesia tidak akan pernah takut. “Dan kita tidak akan pernah takut,” imbuh mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Jumlah korban penembakan hingga saat ini masih belum dikonfirmasi. Awalnya, korban disebutkan berjumlah 31 orang. Hingga kini, jumlah yang sudah diidentifikasi ada 20 orang, terdiri dari 19 pekerja dan 1 orang prajurit TNI.

“Jadi yang sudah pasti itu, yang gugur adalah 19 pekerja konstruksi jembatan dan seorang prajurit TNI,” kata Tito Karnavian selaku Kepala Kepolisian RI pada hari Rabu (5/12). Ia akan terus memburu pelaku yang merupakan kelompok pimpinan Egianus Kogoya. “Para pelakunya adalah kelompok pimpinan Egianus Kogoya,” tambah Tito.

You can share this post!

Related Posts