George W. Bush Sampaikan Pidato Penuh Haru di Pemakaman Kenegaraan Bush Senior
Dunia

Dengan suara bergetar dan menahan tangis, George W. Bush sampaikan pidato dalam prosesi pemakaman kenegaraan sang ayah, George H.W. Bush.

WowKeren - Prosesi pemakaman kenegaraan mantan Presiden Amerika Serikat ke-41, George H.W. Bush atau Bush Senior digelar pada Rabu (5/12) waktu setempat. Meninggal pada usia 94 tahun, prosesi pemakaman kenegaraan ini turut dihadiri anak-anak Bush Senior, termasuk mantan Presiden AS ke-43, George W. Bush atau Bush Junior.

Dalam kesempatan itu, Bush Junior menyampaikan pidato penuh haru menyusul kematian sang ayah pada Sabtu (1/2) lalu atau Jumat (30/11) waktu setempat. Pidato Bush Junior itu dibumbui dengan lelucon dan juga kenangan pribadinya terhadap sosok sang ayah.


Pidato Bush Junior menyebutkan bahwa sang ayah selalu mengajari anak-anaknya tentang pentingnya pelayanan publik. Bush Senior juga selalu mengajarkan untuk hidup dengan syukur, rendah hati, dan juga berperilaku baik.

"Dia benar-benar orang yang optimis," ungkap Bush Junior seperti dilansir NBCnews pada Kamis (6/12). "Dan optimisme itu membimbing anak-anaknya, dan membuat kita masing-masing percaya bahwa segala sesuatu mungkin terjadi."

Dalam pidatonya, Bush Junior juga sempat mengutip pernyataan sang ayah yang disampaikan pada saat ia menerima nominasi presiden pada Konvensi Nasional Partai Republik di tahun 1988. "Bagi kami, dia adalah yang paling terang dari seribu titik cahaya," ungkap Bush Junior.

Bush Junior juga mengingat saat-saat terakhir bersama dengan ayahnya. Bush Junior mengatakan bahwa ia sempat menelpon sang ayah sebelum ajal menjemputnya. Ia mengatakan bahwa ia sangat mencintai sang ayah. Kendati demikian, Bush Senior sudah tak bisa berbicara pada saat itu. "Kata-kata terakhir yang akan dia ucapkan adalah, 'Aku juga mencintaimu'," ujar Bush Junior.

Pada saat-saat terakhir pidato, suara George W. Bush bergetar. Ia tampak mencoba menahan air mata saat membayangkan sang ayah yang kini sudah berada di surga. "Ayah memeluk Robin dan memegang tangan ibu lagi," ungkap Bush Junor mengacu pada kematian anak Bush Senior yang meninggal pada usia 3 tahun lantaran penyakit leukimia.

Jenazah Bush Senior sebelumnya sudah disemayamkan di Gedung Rotunda sejak Senin (3/12) waktu setempat. Gedung tersebut juga dibuka secara umum untuk mempersilakan publik yang ingin memberikan penghormatan terakhir pada sosok yang dikenang sebagai pahlawan Perang Dunia II itu.

You can share this post!

Related Posts