Kontroversial, Rencana Tiket Masuk Pulau Komodo Hingga Rp 7 Juta Diniliai Tak Masuk Akal
Nasional

Banyak mendulang protes, demikian pendapat Menteri Pariwisata soal rencana kenaikan tiket masuk Pulau Komodo ini.

WowKeren - Rencana kenaikan harga tiket masuk ke Pulau Komodo berujung polemik. Pasalnya, harga tiket masuk tersebut dinilai tidak masuk akal.

Diketahui Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur berencana menetapkan kenaikan harga tiket masuk ke Pulau Komodo pada Sabtu (1/12) yang lalu. Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, menyatakan akan menaikkan harga tiket masuk ke Pulau Komodo hingga USD 500 atau setara Rp 7 juta.


Tiket tersebut berlaku untuk turis mancanegara yang ingin masuk ke lokasi yang pernah terpilih sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia ini. Sementara itu, kenaikan harga tiket masuk juga berlaku untuk turis lokal yang berkunjung ke sana. Viktor mengatakan bahwa turis lokal rencananya akan dikenakan biaya USD 100 atau setara Rp 1,4 juta.

Dinilai terlalu mahal, Viktor menyatakan bahwa uang tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan fasilitas dan juga perawatan komodo. Kendati demikian, ketidaksetujuan disampaikan oleh pengamat pariwisata Tedjo Iskandar.

Dengan harga segitu, ia khawatir jika Pulau Komodo justru akan semakin ditinggalkan turis. "Tak masuk akal, buat apa bayar USD 500," ungkap Tedjo seperti dilansir Detik pada Kamis (6/12).

Meski mengakui keindahan Pulau Komodo, Tedjo tetap menganggap bahwa uang hingga Rp 7 juta tersebut sangat berlebihan. Ia juga khawatir publik akan bertanya-tanya soal ke mana uang tersebut akan digunakan. "Uang segitu bisa ke Thailand," tambah Tedjo.

Menanggapi hal ini, Menteri Pariwisata, Arief Yahya, telah memberikan pendapatnya. Menurutnya, rencana tersebut masih dalam tahapan wacana saja. "Itu baru wacana. Ini harus kita lihat dari beberapa sisi. Dari legal aspek, itu kewenangannya siapa," ungkap Arief Yahya.


Arief Yahya menyatakan bahwa keputusan kenaikan harga tiket masuk Pulau Komodo akan ada di tangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Dirinya sendiri juga tak berharap jika tiket masuk salah satu objek wisata andalan Indonesia tersebut naik "Konfirmasinya jelas lah, yang saya inginkan tidak akan ada kenaikan untuk tahun 2019. Itu akan membuat industri tidak gaduh," pungkas Arief.

You can share this post!

Related Posts
Loading...