Saoirse Ronan dan Margot Robbie Berebut Takhta dalam Trailer Baru 'Mary Queen of Scots'
YouTube/Focus Features
Film

Dalam trailer ini, terlihat jelas persaingan yang melibatkan intrik politik kerajaan antara Margot dan Saoirse.

WowKeren - Margot Robbie dan Saoirse Ronan akan kembali bersaing. Bukan memperebutkan piala Oscar seperti sebelumnya, namun kedua aktris papan atas ini akan menunjukkan persaingan dalam film drama-sejarah, "Mary Queen Of Scots".

Kedua aktris papan atas ini diketahui bakal menjadi pemeran utama dalam film yang jadi sajian di bulan Desember ini. Oleh karenanya, tak heran jika Focus Features semakin rajin mengunggah berbagai promo untuk memancing antusiasme penggemar, termasuk merilis trailer terbaru. Dalam trailer ini, terlihat jelas persaingan yang melibatkan intrik politik kerajaan, dimana persahabatan antara keduanya akan berubah menjadi perselisihan yang ketat.


Dalam film ini, Saoirse akan memerankan karakter Mary Stuart, Ratu Skotlandia yang menjadi permaisuri saat dia menikah dengan Raja Prancis dalam usia 16 tahun. Namun setelah kematian suaminya, dia menolak untuk menikah lagi dan berusaha merebut kembali takhta di Skotlandia.

Namun sayangnya, Skotlandia telah berada di bawah kekuasaan sepupu jauhnya, yakni Ratu Inggris, Elizabeth I (Margot Robbie). Kehadiran Mary dianggap sebagai ancaman oleh Elizabeth, hingga akhirnya kedua Ratu muda ini bersaing dalam hal kekuasaan dan cinta.

Bertekad untuk memerintah lebih dari sekadar boneka, Mary pun menegaskan klaimnya atas takhta Inggris dan mengancam kedaulatan Elizabeth. Pengkhianatan, pemberontakan, dan persekongkolan dalam masing-masing pengadilan membahayakan kedua takhta dan mengubah jalannya sejarah.

Bersaing dalam dunia politik yang kuat, kedua Ratu ini pun harus memainkan taktik dengan jitu antara hubungan keluarga dan kedaulatan mereka. Dengan rasa persaingan yang tinggi, serta kemunculan perempuan ditengah-tengah dunia maskulin, keduanya harus memutuskan siapa yang berhak untuk mendapatkan tahta tersebut.

Di sisi lain, mengadaptasi sebuah film bergenre drama-sejarah tentunya bukanlah suatu perkara yang mudah. Selain menilik dari keakuratan cerita, beberapa "bumbu" konflik yang ditambahkan pun juga harus terlihat senatural mungkin sesuai dengan tema utama yang diusung. "Mary Queen of Scots" sendiri baru saja mendapat kritik tajam dari seorang sejarawan terkenal, yang bersikeras menyebut bahwa film ini penuh dengan ketidakakuratan.

Pada bulan Juli lalu, sejarawan Dr. Estelle Paranque mengklaim bahwa adegan di mana Mary dan Elizabeth I bertemu di trailer tidak pernah terjadi. Dr. Estelle juga bersikeras bahwa kedua wanita tersebut terlahir sebagai saingan berkat klaim Mary atas takhta Elizabeth I dan pandangan agama mereka yang berlawanan. Mary adalah seorang pemeluk agama Katolik, sedangkan Elizabeth adalah Protestan.

Tak hanya itu, sejarawan ini juga menyindir aksen Skotlandia dari Saoirse Ronan dalam film tersebut. Ia mengungkapkan bahwa aksen Mary Stuart yang asli akan terdengar lebih seperti orang Perancis, karena ia menghabiskan sebagian besar masa mudanya di negara tersebut.

"Fiksi sejarah tidak harus akurat 100 persen, namun, menurutku ketika kita tahu hal-hal yang terjadi, kita harus mempertahankannya," ujar Dr. Estelle. "Mengapa tidak membuat Mary membunuh Elizabeth? Mengapa tidak mengubah sejarah? Ini bukan film sejarah lagi, itu hanya fiksi."

Terlepas dari hal tersebut, "Mary Queen of Scots" berlatar di Skotlandia pada abad ke-16 dan diangkat dari sebuah buku karangan John Guy, yang berjudul "Queen of Scots : The True Life of Mary Stuart". Selain Saoirse dan Margot, "Mary Queen Of Scots" juga akan dibintangi oleh Joe Alwyn, Guy Pearce, David Tennant, dan masih banyak lagi. Film drama-sejarah ini siap menyapa penonton pada 7 Desember di Amerika.

You can share this post!

Related Posts