Prabowo 'Nyinyir' Media Bohong dan Ogah Liput 'Reuni 212', Kubu Jokowi: Ini Lucu
Twitter/jokowi
Nasional

Prabowo mengecam sikap media yang dianggap kurang dan tidak netral dalam pemberitaan 'Reuni 212', ini tanggapan dari kubu Jokowi.

WowKeren - Kubu Jokowi buka suara atas teguran yang diberikan Prabowo Subianto pada media. Lewat Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'aruf, Irma Suryani, pihak oposisi mengungkapkan bahwa sikap Prabowo dirasa lucu.

Prabowo sendiri marah karena merasa banyak media tidak memberitakan aksi "Reuni 212". Menurut Irma, wajar saja apabila tidak semua media meliput "Reuni 212", sebab aksi tersebut hanyalah acara reuni.


"Wah lucu ya, reunian kok ingin diliput. Katanya bukan kampanye?" ujar Irma, Kamis (6/12). "Kalo cuma reunian kan enggak ada yang substansial untuk diberitakan. Jadi menurut saya wajar kalo ada yang tidak memberitakan. Kecuali kampanye."

Irma juga heran mengapa malah Prabowo yang marah tentang kurangnya pemberitaan "Reuni 212". Menurutnya, panitia "Reuni 212" yang seharusnya marah karena Prabowo hanya hadir sebagai tamu undangan saja.

"Harusnya panitianya yang marah. Undangan kan enggak rugi apa-apa," terang Irma. "Cuma datang dan enggak keluar biaya. Kecuali undangan yang membiayai semua, wajar marah."

Mengenai jumlah peserta yang dibilang sampai 11 juta, Irma meminta penghitungan ulang. Menurutnya, jumlah peserta yang hadir bisa dihitung lewat luas area yang digunakan. Ia juga menambahkan bahwa massa 11 juta orang sama dengan jumlah penduduk DKI Jakarta.

"Tinggal dibagi saja luas area yang dipakai per meter persegi, dibagi dengan asumsi per meter perseginya," ucap Irma. "Berapa orang, ketemu deh."

Terkait dengan jumlah massa "Reuni 212", Prabowo mengaku banyak media yang tidak memberitakan jumlah asli peserta. Jumlah yang aslinya jutaan direduksi menjadi ribuan saja oleh beberapa media. Ia menilai pihak media tidak dapat menjaga netralitas dan kredibilitasnya.

"Hebatnya, media-media dengan nama besar dan katakan dirinya objektif, padahal justru mereka bagian dari usaha memanipulasi demokrasi," ujar Prabowo di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (5/12). "Kita bicara yang benar ya benar. Yang salah ya salah. Mereka mau katakan 11 juta hanya 15 ribu. Bahkan ada yang bilang kalau lebih dari 1.000, minta apa itu terserah dia."

Sikap Prabowo menuai pro-kontra dari publik. Partai Gerindra sendiri telah memberikan penjelasan tentang video "semprotan" Prabowo yang beredar di media sosial.

You can share this post!

Related Posts