Penuh Keharuan, Korban Selamat dari Tragedi Nduga Langsung Peluk Ibunda
Nasional

Salah seorang korban asal Jawa Barat berhasil selamat dari aksi penembakan di Nduga, Papua. Korban bernama Irawan Maulana tiba di Mapolda Jabar dan langsung memeluk ibunya.

WowKeren - Tragedi Nduga yang menewaskan puluhan orang masih membekas di memori keluarga para korban. Hingga kini, upaya evakuasi korban masih terus dilakukan.

Salah satu korban selamat asal Jawa Barat, Irawan Maulana, tiba di Mapolda Jabar hari ini, Selasa (11/12). Ia datang dikawal oleh Kapolres Garut dan disambut oleh Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto.


Saat datang, Irawan langsung memeluk sang ibu yang sudah menunggu di sana. Warga asal Kecamatan Wanaraya inipun juga bergantian memeluk anggota keluarganya di sana.

Kapolda Jabar mengungkapkan ia cukup terharu dan bersyukur karena warganya yang terjebak di Papua berhasil diselamatkan. Tragedi Nduga hampir merenggut nyawa Irawan Maulana.

“Kami cukup terharu,” ujar Irjen Pol Agung Budi Maryoto dilansir Tribun pada Selasa (11/12). “Kami bersyukur akhirnya saudara kita, Irawan bisa pulang dengan selamat.”

Rasa terima kasih juga diungkapkan oleh kakak Irawan kepada pihak kepolisian yang membantu kepulangan Irawan ke Jabar. “Terima kasih pada TNI dan Polri yang sudah memulangkan Irawan ke rumah,” ujar Teti.

Irawan merupakan karyawan salah satu perusahaan telekomunikasi. Meski bukan termasuk pekerja PT Istaka Karya, namun Irawan berada di lokasi kejadian saat tragedi penembakan itu terjadi. Saat itu ia bertugas memasang kabel telekomunikasi.

Irawan sendiri memang jarang mengabari pihak keluarga terkait dirinya. Saat menghubungi pihak keluarga pun, Irawan hanya menginformasikan lokasi di mana ia bekerja. Irawan telah bekerja di Papua selama sekitar delapan bulan.

“Kalau dia telepon, saya sama ibu juga enggak banyak ngobrol,” jelas Maspupah saat ditemui di rumahnya di Garut pada Jumat (7/12) lalu. “Cuma ngasih kabar saja kalau lagi kerja di daerah mana.”

Bahkan, pihak keluarga sendiri pun sebelumnya tidak mengetahui kalau Irawan hampir menjadi korban penembakan. Hal tersebut diketahui setelah banyak polisi yang datang ke rumah.

“Saya juga baru tahu kemarin kalau adik saya hampir jadi korban penembakan,” terang Maspupah. “Banyak tentara sama polisi datang ke rumah.”

Keluarga bahkan sempat kaget mendengar Irawan hampir menjadi korban penembakan. Namun, ia kini bisa bernapas lega karena Irawan sudah bisa berkumpul kembali bersama keluarga.

Selama ini memang tak sedikit warga kampung tempat Irawan tinggal yang bekerja di Papua. Irawan sendiri juga bekerja di Papua atas rekomendasi dari temannya.

You can share this post!

Related Posts
Loading...