Sempat Merasa Tertekan, Uya Kuya Sebut Anaknya Sudah Kebal Di-bully
Instagram/king_uyakuya
Selebriti

Soal perilaku bullying, Uya Kuya selalu mengigatkan Cinta untuk tutup telinga.

WowKeren - Seorang public figure memang selalu menjadi pusat perhatian publik. Tak dipungkiri bahwa seorang artis tidak selalu mendapat pujian. Ada saat di mana harus siap menuai kritikan dan hujatan terutama dari pengguna media sosial.

Hal tersebut juga pernah dialami oleh Uya Kuya dan sang anak, Cinta Kuya. Bahkan putri sulungnya itu sempat merasa tertekan dan syok karena mendapat bully-an dari warganet.


Sebagai ayah, Uya selalu siap membela sang anak. Ia juga sering memberi tahu Cinta agar tidak mendengarkan omongan buruk dari orang lain.

Uya menyadari bahwa sebagai public figure ia tidak bisa menghindari komentar negatif publik. Meskipun tidak berbuat salah pun kadang ada saja orang yang tidak suka. Ia juga tidak bisa memaksa orang untuk suka padanya.

Menurut Uya, selama bully-an tersebut hanya berupa kata-kata, ia tidak masalah. Namun, jika sudah mengarah ke tindakan kejahatan seperti ancaman, Uya akan mengambil sikap tegas.

"Ketika di-bully dengan kata-kata saja, saya tidah pernah anggap, ya," tutur Uya ketika ditemui di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (11/12). "Itu biasalah. Saya kan enggak bisa membuat semua orang suka sama saya. Orang-orang kayak gitu saya anggap sampah, ya."

Saat ini, keluarganya sudah terbiasa dengan semua perkataan buruk dari warganet dan sudah tidak kaget lagi. Ia mengungkapkan bahwa memang benar putri pertamanya yakni Cinta Kuya, sempat kaget dan menangis ketika awal-awal mendapat bully-an dari warganet.

"Awal-awal, Cinta sempat kaget," kata Uya. "Cinta kan dulu pernah dibilang mau dipukulin di konser, makanya dia nangis."

Pria berusia 43 tahun itu mengaku selalu membesarkan hati dan mendorong sang putri agar berani menghadapinya. "Saya bilang, 'Jangan takut, Cin. Orang kayak gitu kan cuma bisa ngomong. Kalau ketemuan, enggak bakal berani'," tutur Uya. "Anak saya sudah terbiasa tutup telinga."

Meski terkadang merasa geram dengan omongan warganet, Uya berpendapat bahwa tidak semua pengguna sosial seperti itu. Masih banyak pula yang pintar dan tidak pernah menghina dirinya ataupun anggota keluarganya.

"Enggak semua warganet kayak gitu juga, banyak warganet yang baik dan berpendidikan," kata Uya. "Kalau kayak begitu kan mereka menunjukan sampah."

You can share this post!

Related Posts