PSSI Kena Denda AFC Perkara Jabat Tangan, Warganet Kembali Heboh Soroti Edy Rahmayadi
Nasional

PSSI dinilai telah lalai memperingatkan pemain Timnas Indonesia U-19 agar berjabat tangan sebagai tanda 'fair play'.

WowKeren - Dunia sepak bola Indonesia tengah hangat dibicarakan akhir-akhir ini. Hal itu semakin memanas usai beberapa kendala ditemukan terkait masalah pertandingan hingga para penonton sepak bola Indonesia.

Pada Jumat (14/12) kemarin, dunia sepak bola Indonesia kembali tercoreng namanya. Diketahui, Komite Disiplin dan Etika Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menjatuhkan sanksi pelanggaran kode etik pada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Hal itu terjadi lantaran PSSI dinilai lalai dalam memastikan pemain menjabat tangan sebagai tanda fair play usai pertandingan.


Masalah ini muncul usai pertandingan Indonesia kontra Qatar pada Piala UFC U-19 di Stadion Gelora Bung Karno pada 21 Oktober lalu. Dalam pertandingan dengan hasil skor 5-6 yang dimenangkan Qatar, para pemain tidak melakukan jabat tangan usai laga berakhir.

“Terdakwa gagal memastikan semua pemainnya melakukan jabat tangan fair play setelah pertandingan,” demikian bunyi pernyataan AFC di laman resminya seperti dilansir TribunNews pada Sabtu (15/12). Akibatnya, PSSI disebut melanggar kode Etik AFC Pasal 50 poin 1 sampai 3. Sebagai hukumannya, PSSI diharuskan membayar USD 1.000 atau sekitar Rp 14 juta.

Denda ini diketahui harus dibayar oleh PSSI paling lambat 30 hari usai keputusan diterbitkan. "Asosiasi Sepakbola Indonesia diberitahu bahwa pelanggaran berulang terhadap ketentuan ini akan dituntut dengan hukuman yang lebih berat," jelas keterangan AFC.

Di sisi lain, warganet kembali heboh menyoroti Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi. Beberapa waktu lalu, ia banyak diminta mundur dari jabatannya lantaran banyaknya masalah dan juga hasil buruk Timnas Indonesia. Namun, ia tetap bertahan dan mengaku akan mundur saat masa jabatannya berakhir.

Berbagai komentar di media sosial Instagram seolah kembali menyoroti sepak terjang PSSI di masa kepemimpinan Edy. "Ketum pssi aja yang suruh bayar," tulis salah satu warganet. "Ganti ketuanya lah. Biar open mind dan rada maju dikit," sahut warganet lain.

Edy juga pernah disoroti soal masalah rangkap jabatan yang disandangnya. Diketahui, selain menjabat sebagai Ketum PSSI, Edy juga menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara. Oleh karena itu, banyak yang memprotesnya tak bisa fokus mengurusi PSSI.

You can share this post!

Related Posts