Golden Globes 2019: Dianggap Tak Layak, Kemenangan 'Bohemian Rhapsody' Tuai Kontroversi
Official
Film

Banyak yang mengklaim bahwa 'A Star is Born' lebih layak menjadi Film Terbaik dibandingkan 'Bohemian Rhapsody'.

WowKeren - Salah satu ajang penghargaan prestisius bagi insan perfilman dunia, Golden Globes Awards 2019, baru saja rampung digelar di The Beverly Hilton, Beverly Hills, California, pada Minggu (6/1) malam lalu. Deretan para pemenang dalam ajang ini pun sudah diumumkan, dimana "Bohemian Rhapsody" keluar sebagai pemenang utama dengan menyabet piala Best Motion Picture - Drama.

Dengan kemenangan ini, tentunya "Bohemian Rhapsody" berhasil mengalahkan sederet film unggulan lain yang menjadi kompetitornya. Mulai dari "A Star is Born", "Black Panther", "BlacKkKlansman", hingga "If Beale Street Could Talk".


Namun rupanya, kemenangan yang diraih oleh "Bohemian Rhapsody" ini justru menimbulkan kontroversi di kalangan publik. Hal ini lantaran film tersebut dianggap tak lebih baik dibandingkan pesaingnya yang lebih banyak difavoritkan penggemar, "A Star is Born".

Bahkan tak lama setelah acara Golden Globes 2019 dirampungkan, para penggemar pun langsung menunjukkan reaksi negatif melalui akun media sosial masing-masing. Banyak yang mengklaim bahwa pihak penyelenggara Golden Globes, The Hollywood Foreign Press Association (HFPA), tak melihat keunggulan "A Star is Born" dibandingkan film lainnya. Bahkan ada pula yang mengklaim jika HFPA tak menyaksikan film yang dibintangi oleh Lady Gaga tersebut sehingga memberikan piala pada "Bohemian Rhapsody".

kontroversi kemenangan Bohemian

Twitter

"Beginilah cara The Hollywood Foreign Press Association melihat 'A Star is Born'," cuit salah satu penggemar sembari menyertakan gambar Sandra Bullock yang mengenakan penutup mata di film "Bird Box". "Tapi apakah HFP benar-benar menonton 'A Star is Born'?," cuit lainnya.

Tak hanya itu, ada pula penggemar yang membandingkan rating "Bohemian Rhapsody" dan "A Star is Born" di laman Rotten Tomatoes. Pasalnya, "Bohemian Rhapsody" memang hanya mendapatkan rating sebesar 62%, yang tentunya kalah jauh jika dibandingkan dengan "A Star is Born" yang mencapai 90%.

Bahkan ada juga yang kembali mengungkit masalah Bryan Singer, sutradara "Bohemian Rhapsody" yang dipecat dari proyek tersebut dua pekan sebelum film biopik itu selesai produksi dan digantikan oleh Dexter Fletcher. Pemecatan ini terjadi lantaran Bryan tercatat pernah terlibat dalam sejumlah kasus pelecehan seksual. Pada 1997, sejumlah anak laki-laki mengaku telah diekspos secara seksual oleh Bryan demi kepuasan si sutradara.

KOntroversi kemenangan bohemian

Twitter

"Selamat atas kemenangan 62% rotten tomatoes dan sutradara 'Bohemian Rhapsody' Bryan Singer setelah era Me Too di Golde Globes. Keren sekali," sindir salah satu netizen. "Apa ini serius? Bohemian Rhapsody? Garapan Bryan Singer?... apa yang terjadi dengan kampanye Times Up?" tambah lainnya. "Memberikan Best Picture pada film garapan Bryan Singer adalah suatu kesalahan," tandas yang lain.

Tak hanya "menyentil" masalah kemenangan yang diraih oleh "Bohemian Rhapsody", para penggemar juga menyinggung perkara Lady Gaga yang tak meraih piala sebagai aktris terbaik. "Aku menunggu selama 4 jam hanya untuk menyaksikan Lady Gaga yang tak memenangkan aktris terbaik?!" celetuk penggemar tersebut.

Kontroversi kemenangan bohemian

Twitter

Dalam kategori Best Performance by an Actress in a Motion Picture — Drama sendiri, Lady Gaga memang dikalahkan oleh Glenn Close yang berperan dalama film "The Wife". Tentunya hal ini sedikit membuat penggemar murka, mengingat bahwa Lady Gaga begitu dijagokan meraih penghargaan ini.

Di sisi lain, "A Star Is Born" yang digadang-gadang mampu menyabet benyak kemenangan dalam ajang ini justru harus puas memboyong satu piala saja. Film yang dibintangi oleh Lady Gaga dan Bradley Cooper ini hanya mampu memenangkan kategori Best Original Song lewat lagu soundtrack "Shallow" dari lima nominasi yang dikantonginya.

You can share this post!

Related Posts
Loading...