Diangkat dari Kisah Nyata, Film 'Terimakasih Cinta' Ceritakan Beratnya Perjuangan Melawan Lupus
WowKeren/Fernando
Film

Film ini diharapkan mampu memberikan semangat bagi para penderita lupus agar tak mudah menyerah.

WowKeren - Bukan rahasia lagi jika belakangan ini film adaptasi novel begitu digemari oleh para penonton di Tanah Air. Kali ini, sajian baru datang dari Bintang Pictures, lewat film anyar bertajuk "Terima Kasih Cinta".

Beda dari kebanyakan film adaptasi yang mengusung cerita roman ala remaja seperti akhir-akhir ini, "Terima Kasih Cinta" menyuguhkan cerita baru tentang perjuangan seorang gadis remaja yang melawan penyakit mematikan. Menariknya, film yang diadaptasi dari novel "728 Hari" karya Djono W Oesman ini diangkat dari kisah nyata seorang remaja putri pengidap lupus bernama Eva.


Perjuangan Eva dalam melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya serta mempertahankan semangat hidupnya tentunya akan menjadi garis besar dalam film ini. Selain itu, polemik percintaan masa remaja serta hubungan keluarga juga bakal menjadi bumbu dalam "Terima Kasih Cinta".

Di film "Terima Kasih Cinta", sosok Eva sendiri diperankan oleh Putri Marino. Eva dikisahkan menderita lupus semenjak Sekolah Dasar. Namun ia baru mengetahuinya kala menginjak pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA).

Selain Putri Marino, beberapa pemeran lain juga dipastikan bakal meramaikan film ini. Salah satunya adalah Gary Iskak, dimana aktor tersohor tersebut akan memerankan karakter Badarudin, ayah dari Eva.

Gary sendiri menyebut bahwa ia cukup tertantang memerankan karakter ini, lantaran sebelumnya ia belum memiliki pengetahuan mendalam terkait penyakit lupus. Bahkan aktor tampan ini mengaku terbawa suasana, mengingat bahwa "Terima Kasih Cinta" benar-benar diangkat dari kisah nyata.

"Saya memerankan karakter Badarudin, bapaknya Eva. Saya jadi tahu penyakit lupus tuh seperti apa dan bagaimana. Cukup sedih juga, pas waktu syuting saya sedih. Diangkat dari kisah nyata tentang Eva menderita penyakit lupus. Saya terharu dan sedih, karena eprjuangan Eva sedemikian rupa, tapi takdir berkata lain," ungkap Gary saat ditemui tim Wowkeren di bilangan Epicentrum, Jakarta Selatan, pada Rabu (9/1).

Bahkan demi mendalami perannya, Gary sampai melakukan riset secara langsung. "Saya bertanya-tanya tentang penyakit lupus dan masukin karakter jadi ortu. Nilai ekstranya masukin ke penyakit lupus. Susah ya, sedih banget dan berat. Kita kehilangan anaki enggak tahu ya. Kita mengutarakan ekspresi kita selalu salah padahal kita kasih terbaik. Itu yang berat buat saya," lanjutnya.

Melalui "Terima Kasih Cinta", Gary juga berharap bahwa film ini mampu memberikan semangat bagi para penderita lupus agar tak mudah menyerah. "Sisi penyampaiannya semangat korban lupus enggak mau menyerah. Semasa hidupnya dia terus bertahan," pungkasnya.

Selain Putri Marino dan Gary Iskak, "Terima Kasih Cinta" juga akan bertabur beberapa pemeran lainnya. Mulai dari Achmad Megantara, Meisyara Oemry, hingga Cut Mini.

Di sisi lain, "Terima Kasih Cinta" merupakan film ketiga Putri Marino sebagai pemeran utama, setelah sukses membintangi "Posesif" dan "Jelita Sejuba". Mengambil setting lokasi di Bekasi, film adaptasi novel ini akan ditayangkan pada 17 Januari mendatang.

You can share this post!

Related Posts
Loading...