Cium Keanehan di Teror Bom Dua Pimpian KPK, Eks Penasihat Beber Tiga Kekuatan Koruptor
Nasional

Mantan penasihat KPK menyebut bahwa teror yang ditujukan pada KPK mungkin terkait dengan OTT yang tengah gencar dilakukan.

WowKeren - Teror bom yang ditujukan kepada dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi menuai banyak sorotan. Diketahui, teror bom ditujukan kepada Ketua KPK, yakni Agus Rahardjo. Tak sendirian, teror juga diberikan kepada Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif.

Terkait hal ini, mantan penasihat KPK, Abdullah, turut memberikan analisisnya. Ia mencium keanehan lantaran hanya dua orang tersebut yang mendapatkan teror. "Anehnya bagi saya, kok teror dilakukan hanya ke dua (Agus Rahardjo dan Laode M Syarif) orang ini," terang Abdullah seperti dilansir CNN pada Kamis (9/1).


Lebih lanjut, Abdullah membeberkan mengenai tiga kekuatan koruptor yang selama ini menjadi senjata mereka. Jika koruptor ini terganggu dan kasusnya belum diungkap oleh KPK, maka ia akan mengandalkan tiga kekuatan ini. Tiga hal tersebut adalah uang, "geng", dan juga senjata.

Abdullah curiga bahwa teror yang diberikan kepada dua kepala KPK ini mungkin saja berkaitan dengan adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digencarkan KPK. Abdullah menyebut bahwa beberapa pejabat yang tertangkap tangan juga banyak berasal dari kubu petahana.

"Apalagi pejabat-pejabat yang ditangkap KPK belakangan ini berasal dari kubu yang punya tiga kekuatan di atas," sambung Abdullah. "Kan beberapa kepala daerah yang terkena OTT belakangan ini berasal dari kubu petahana."

Kendati diterpa teror, Abdullah meminta kepada para penyidik KPK untuk tak gentar melakukan penangkapan koruptor. "Dan kalau ditakdirkan meninggal karena menangkap presiden, menteri, pejabat tinggi atau salah 'seorang naga', itulah kehormatan besar yang diberikan Allah kepada kawan-kawan karena meninggal sebagai seorang syuhada," terang Abdullah.

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo juga telah memberikan instruksi langsung kepada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian. Jokowi meminta Tito untuk mencari pelaku teror bom yang ditujukan kepada dua pimpinan KPK itu.

You can share this post!

Related Posts