Hoax Tsunami Kembali Mencuat, Warga Sibolga-Tapanuli Tengah Panik Naik ke Bukit
Nasional

Berita tersebut menyatakan bahwa air laut di Sibolga-Tapanuli Tengah surut, sehingga tak lama lagi tsunami akan menerjang.

WowKeren - Bencana bisa datang sewaktu-waktu. Untuk itu, pemerintah senantiasa mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. Terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan bencana.

Banyaknya bencana yang melanda Indonesia akhir-akhir ini membuat kepanikan tak kunjung hilang dari tengah masyarakat. Ironisnya, hal ini justru dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk menyebarkan berita hoaks terkait bencana.


Seperti yang terjadi di Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Warga di kedua wilayah tersebut panik setelah mendengar isu akan terjadi tsunami. Mereka lari ke daerah yang lebih tinggi atau perbukitan untuk menyelamatkan diri.

Salah satu warga menyebut bahwa berita bohong tersebut cepat sekali menyebar. Adalah Delora Sinaga, warga yang ikut panik karena melihat tetangga dan warga lainnya berhamburan keluar rumah.

"Begitu cepat informasi itu tersiar, sehingga kami pun menyelamatkan diri," kata Delora dilansir Antara pada Kamis (10/1). "Karena tetangga juga warga lainnya sudah berhamburan meninggalkan rumah masing-masing."

Dalam informasi tersebut, menyebutkan bahwa gelombang tsunami akan menghantam karena air laut di Sibolga-Tapanuli Tengah sudah surut. Hal inilah yang kemudian membuat warga langsung panik.

"Karena informasi yang yang sampai ke kami akan terjadi tsunami," tambah Delora. "Karena air laut di Sibolga-Tapteng sudah surut."

Akibat warga yang berhamburan panik menuju ke pegunungan, lalu lintas di Sibolga-Tapanuli Tengah menjadi macet. Jalan raya dipadati oleh kendaraan dan juga warga, seperti arah Pandan dan Tukka.

Berita bohong itu sampai juga ke Wali Kota Sibolga, Syarfi Hutauruk. Tak seperti warga yang langsung berusaha menyelamatkan diri, Syarfi mengaku tak langsung panik.

Ia lalu mengonfrimasi berita tersebut. Bersama dengan Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja, ia langsung turun ke laut untuk memastikan apakah benar air laut surut.

"Saya bersama dengan Kapolres Sibolga sudah meninjau ke tepi laut," ujar Syarfi. "Semuanya aman-aman saja."

Untuk memastikan bahwa kondisi baik-baik saja, ia juga meminta pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) untuk mengonfirmasi ke Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pusat. Hasilnya, tidak benar akan terjadi tsunami.

"Bahkan sudah kita minta dari pihak BPDB untuk melakukan pengecekan ke BMKG pusat," lanjut Syarfi. "Dan hasilnya tidak benar akan terjadi tsunami."

You can share this post!

Related Posts
Loading...