Dianggap Bermasalah dengan Anies Baswedan, Jokowi Beri Klarifikasi
Instagram/aniesbaswedan
Nasional

Tudingan Jokowi tak akur dengan Anies muncul sejak presiden melengserkan Gubernur DKI Jakarta tersebut dari kursi kementerian.

WowKeren - Sebagai orang nomor satu di Indonesia, Joko Widodo alias Jokowi tak luput dari isu negatif. Tak hanya isu yang mengaitkan dirinya dengan Partai Komunis Indonesia (PKI), ia juga kerap dituding memiliki hubungan yang tak harmonis dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Tudingan ini berawal ketika Jokowi memecat Anies dari kementerian beberapa tahun lalu. Sejak saat itu, Anies dinilai kerap bersebarangan dengan orang nomor satu di Indonesia tersebut.


Hal itu diperkuat dengan bergabungnya Anies ke Partai Gerindra. Setelah itu, kader Partai Keadilan Sejahtera maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.

Menanggapi hal ini, Jokowi membantah tegas. Hal tersebut ia kemukakan saat acara penyerahan sertifikat GOR Cendrawasih di Cengkareng, Jakarta Barat. Ia juga terlihat berbincang-bincang dengan Anies di kesempatan itu.

Ia mengatakan, bagaimana mungkin publik berpikir bahwa ia ada masalah dengan Gubernur DKI Jakarta. Padahal faktanya, ia dan Anies sering bertemu dan bersenda gurau.

"Orang berpikir saya dan Pak Anies ada masalah," kata Jokowi di GOR Cendrawasih, Cengkareng pada Rabu (9/1). "Padahal saya kalau ketemu tiap hari guyonan bareng-bareng."

Guyonan antara Jokowi dengan Anies terlihat tatkala keduanya meninjau Mekaar Perbantuan Nasional Madani (PNM) di Tambora. PNM merupakan program untuk memberikan bantuan kredit kepada masyarakat yang ingin melakukan kegiatan usaha dengan jumlah nominal Rp2 juta.

Saat berbicara dengan para penerima bantuan, Jokowi berpesan agar uang yang mereka terima tidak disalahgunakan. Harus digunakan sesuai tujuan, yakni untuk modal usaha.

Ia sempat melontarkan guyonan jika publik merasa kurang dengan jumlah tersebut, mereka bisa meminta lebih kepada Gubernur DKI Jakarta. Sontak pernyataan ini membuat Anies tertawa.

"Nanti kalau Rp2 juta kurang, ditambahi," kata Jokowi. "Yang nambahi Pak Gubernur, setuju enggak?"

Jokowi juga berpesan pada masyarakat untuk saling menjaga persatuan dan kesatuan. Sebab, ke-bhinneka-an merupakan kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia.

Hal ini mengingat suasana kampanye politik sekarang semakin memanas. Adanya isu-isu negatif yang berkembang di masyarakat bisa memecah belah bangsa.

"Jangan sampai karena pilihan walikota, bupati, gubernur, dan presiden," imbuh Jokowi. "Keluarga enggak saling ngomong, tetangga enggak saling ngomong."

You can share this post!

Related Posts
Loading...