Hoaks Makin Marak Menjelang Pilpres, Megawati: Baru Sekarang Banyak Sekali Ujaran Kebencian
Nasional

Sejak Pemilu pertama di 1955, baru kali ini persaingan untuk memperebutkan kursi kekuasaan berlangsung sangat sengit.

WowKeren - Berita bohong semakin banyak bertebaran menjelang Pemilu. Berbagai isu sensitif kembali diangkat ke permukaan sehingga mambuat publik bingung. Ironisnya, tak sedikit masyarakat yang termakan oleh isu-isu yang tidak berasal dari sumber yang kredibel.

Fenomena ini membuat Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, ikut prihatin. Menurut Megawati, hoaks yang bertebaran di Pemilu dan Pilpres lebih banyak dari yang pernah terjadi sebelum-sebelumnya.


"Kita ikut Pemilu sejak 1955," kata Megawati di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/1). "Tapi baru sekarang ini rasanya banyak sekali hoaks dan ujaran kebencian demi kekuasaan."

Padahal menurut Megawati, seorang presiden yang terpilih melalui cara tersebut hanya akan membawa negeri ini pada kekacauan. Ia menyayangkan bahwa seharusnya para elite politik bisa lebih beretika dalam menyampaikan gagasan mereka, bukan lewat ujaran kebencian.

"Saya bilang ya tentunya beretika punya budi pekerti," tandas Megawati. "Tidak hanya main viral, dengan kebencian dan hoaks."

Beberapa waktu sebelumnya, Megawati juga pernah mengutarakan hal serupa saat berbincang di Kantor DPP PDIP. Sejak pemilu pertama yang diselenggarakan pada 1955 silam, baru pertama kalinya ia melihat adanya persaingan sengit yang memakai ujaran kebencian demi meraih kekuasaan.

"Saya enggak pernah melihat bangsa kita sendiri hanya menuju keinginan untuk merebut kekuasaan," ujar Presiden RI ke-5 tersebut. "Lalu seperti saling membenci menyanyikan kebencian lalu hoaks," ujarnya."

Ia lantas mempertanyakan bagaimana jadinya negeri ini jika pemimpinnya menang berkat penyebaran hoaks. Hoaks hanya akan membuat bangsa Indonesia porak-poranda. Rakyat yang saling memusuhi satu sama lain hanya akan membawa negeri ini pada kehancuran.

"Apakah bangsa ini tidak porak poranda satu sama lain," tegas Megawati. "Bukan sepertinya jadi musuh."

Dalam kesempatan yang sama saat berpidato di acara HUT PDIP ke-46, Megawati juga menyinggung anak buah Prabowo Subianto yang kerap menyudutkan partainya. Ia mengaku heran terhadap banyaknya hoaks dan ujaran kebencian yang dialamatkan ke PDIP.

Padahal, ia merasa hubungannya dengan Prabowo baik-baik saja. "Aneh kan ya ketika anak buahnya selalu menampilkan hal-hal yang sepertinya menyudutkan kami," tandas Megawati.

You can share this post!

Related Posts