Klaim Biayai Jokowi Saat Maju Pilgub DKI, TKN Sebut Hashim Perlu Belajar ke Prabowo
Instagram
Nasional

Hashim mengungkapkan bahwa saat Jokowi maju untuk pencalonan Pilgub DKI, dirinya lah yang membiayai.

WowKeren - Pernyataan Presiden Joko Widodo alias Jokowi pada debat Capres perdana berbuntut panjang. Dalam pernyataannya itu, Jokowi mengatakan bahwa dirinya tidak mengeluarkan biaya ketika mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Pernyataan tersebut dibantah oleh sejumlah pihak. Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional pasangan (BPN) Hashim Djojohadikusumo salah satunya.


Memang benar jika Jokowi tak mengeluarkan uang saat kampanye. Namun perlu dicatat bahwa Hashim lah yang membiayai semua itu.

"Pak Jokowi memang tidak keluarkan uang karena uangnya dari saya," kata Hashim di Jakarta Selatan pada Senin (21/1). "Uangnya dari saya itu kenyataan. Saya kira ya, maaf ya, tidak benar itu."

Terkait hal ini, Direktur Program Tim Kampanye Jokowi-Maruf Amin, Aria Bima mengkritik sikap Hashim. Menurut Aria, Hashim tak seharusnya mengungkit bantuannya kepada Jokowi beberapa waktu lalu.

Aria menganggap bahwa sebagai seorang politisi, Hashim seharusnya bisa menunjukkan sikap layaknya pejuang. Sebab, Hashim sendiri sudah sepakat untuk mengusung Jokowi- Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilgub Jakarta tahun 2012 lalu.

"Lha kan dia memang sepakat mengusung Jokowi-Ahok (di Pilgub DKI Jakarta 2012)," kata Aria dilansir Bisnis pada Rabu (23/1). "Nggak diungkit sekalian waktu zaman Bu Mega sama Pak Prabowo? (di Pilpres 2009)."

Ia lantas mempertanyakan sikap pengorbanan yang dimiliki Hashim. "Militansinya dipertanyakan, pengorbanannya, jiwa politisinya, kalau kayak begitu belajar sama Pak Prabowo lah," tambah Aria.

Aria menegaskan bahwa panggung politik tidak sama dengan perdagangan. Menurutnya, Hashim belum siap untuk menjadi "pejuang" politik. Ia menekankan soal kerelaan yang harus dimiliki. Bukan untuk kandidat, melainkan untuk masa depan bangsa.

"Kalau belum siap jadi pejuang, jangan jadi pejuang. Ini bukan dagang," tutur Aria. "Hashim tidak siap, ini soal politik, soal perjuangan. Soal kerelaan. Bukan untuk kandidat, (tapi) untuk mengurus bangsa ini."

Sehingga dalam hal ini, yang menjadi masalah bukanlah berapa berapa uang yang akan didapatkan kembali dari yang disumbangkan itu. Namun, yang paling penting adalah tingkat ketulusan atas pengorbanan itu tadi.

You can share this post!

Related Posts
Loading...