Hampir Selang Setahun, Akhirnya Editor Vogue Komentari Gaun Pernikahan Meghan Markle
Getty Images
Selebriti

Tak hanya mengomentari gaun, Anna Wintour selaku editor Vogue juga membahas perihal kepribadian Meghan.

WowKeren - Bukan rahasia lagi jika nama Meghan Markle menjadi sorotan hangat belakangan ini. Semenjak diperkenalkan pertama kali sebagai tunangan Pangeran Harry pada tahun 2017 lalu, Meghan memang seakan menjadi magnet tersendiri yang pastinya selalu mampu menyedot perhatian publik.

Pemberitaan mengenai sang Duchess of Sussex ini pun semakin menjadi-jadi sejak ia dipersunting oleh Harry pada bulan Mei 2018 lalu. Bahkan segala detail dalam Royal Wedding tersebut selalu ramai dibicarakan berbagai media, tak terkecuali gaun ikonik yang dipakai oleh Meghan kala melenggang ke altar.


Dalam Royal Wedding tersebut, Meghan mengenakan gaun pengantin rancangan desainer Clare Waight Keller dari rumah mode favoritnya, Givenchy. Gaun putih polos tersebut memiliki desain yang sangat sederhana namun tampak elegan. Meskipun memakai gaun polos tanpa motif, Meghan tampak memilih menyempurnakan tampilannya dengan veil sepanjang lima meter. Bahkan menariknya, veil tersebut dihiasi oleh bordir bunga khas 53 negara persemakmuran Inggris.

Cukup lama berselang pascar Royal Wedding, kini untuk pertama kalinya editor Vogue, Anna Wintour, buka suara tentang pilihan gaun pengantin sang Duchess. Dikenal sebagai salah satu pengamat mode paling tersohor, Anna tak sega memuji penampilan Meghan di hari pernikahannya, "Ku rasa dia benar-benar luar biasa, seluruh dunia sedang menyaksikan Royal Wedding dan menurutku pilihannya sangat brilian," pujinya.

Lebih lanjut, Anna juga mengklaim bahwa pilihan gaun yang digunakan Meghan membuatnya terlihat begitu dewasa. Terlebih, ia juga yakin jika Meghan memikirkan desain gaun tersebut secara matang-matang dan ingin menonjolkan makna di baliknya. "Gaunnya sangat elegan, cantik, dan terkesan dewasa. Dia ingin menunjukkan pesan pada dunia seakan-akan 'Ya, aku memang berasal dari tempat lain, namun aku juga berkat berada di sini'," imbuhnya.

Tak hanya berkomentar tentang gaun Meghan, jurnalis sekaligus kepala editor Vogue ini buka suara soal pendapatnya tentang kepribadian sang Duchess. Bahkan ia tak segan berkomentar tentang aturan kerja Meghan Markle yang diduga kuat menyebabkan para staf Istana mengundurkan diri.

"Aku sempat membaca kalau ada beberapa orang di Kerajaan yang kebingungan dan kecewa kalau dia (Meghan) bangun jam 5 pagi. Dia adalah gadis asal California yang normal, yang bangun pagi, melakukan yoga, bermeditasi, dan sering mengirim pesan. Maksudku, kalian mau berharap apa? Dia bakal kirim pesannya lewat merpati?" tandasnya.

Seperti yang diketahui, sebelumnya Meghan dikabarkan terlalu banyak menuntut dan bekerja di luar jam kerja. Semenjak masuk dalam lingkup Istana, mantan aktris asal Amerika tersebut memang berperan aktif dalam berbagai kegiatan yang melibatkan dirinya. Bahkan Meghan juga tak segan untuk mencetuskan ide-ide baru yang gemilang.

Namun seolah berbanding terbalik dengan cara kerja Meghan, sejumlah asistennya justru disebut-sebut merasa tak nyaman. Pasalnya, Duchess of Sussex itu dikabarkan bangun pukul 5 pagi setiap hari dan kemudian memberikan perintah pada asistennya dengan pesan-pesan yang terdiri dari enam sampai tujuh teks.

You can share this post!

Related Posts