Jokowi Angkat Bicara Soal Tragedi Trisakti 1998
Twitter/jokowi
Nasional

Saat menghadiri acara deklarasi dukungan dari alumni Universitas Trisakti, Jokowi dipertontonkan cuplikan video Tragedi 1998.

WowKeren - Kelompok alumni Universitas Trisakti menggelar deklarasi untuk mendukung Paslon nomor urut 01 Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin di Gelora Bung Karno (GBK) pada Sabtu (9/2). Mereka berharap agar Jokowi bersama Ma'ruf bisa mewujudkan cita-cita bangsa yang adil dan makmur.

"Dengan kesatuan hati dan segenap pikiran menyatakan mendukung pasangan Jokowi dan Ma'ruf sebagai Capres dan Cawapres periode 2019 sampai 2024," kata Sekretaris Jenderal Alumni Trisakti Pendukung Jokowi Sarah Wijanarko saat membacakan deklarasi di Jakarta pada Sabtu (9/2). "Untuk mewujudkan cita-cita bangsa yang berkeadilan makmur dan sejahtera sesuai amanat perjuangan reformasi 1998."


Dalam acara tersebut, penyelenggara acara juga memutar cuplikan video dokumenter Tragedi Trisakti yang terjadi pada 12 Mei 1998 silam. Melihat video itu, Jokowi mengatakan bahwa ia tak ingin peristiwa serupa terjadi lagi di Indonesia. Sebab, tragedi semacam itu tak pantas terjadi di negara yang menjunjung tinggi asas demokrasi.

"Saya tadi melihat peristiwa '98 di layar. Kita tidak ingin peristiwa seperti itu, turbulensi politik seperti itu hadir lagi di negeri yang kita cintai ini," kata Jokowi di Basket Hall GBK pada Sabtu (9/2). "Demokrasi kita harus semakin matang, demokrasi kita harus semakin dewasa."

Jokowi tidak ingin ada lagi korban yang berjatuhan seperti yang terjadi pada Tragedi Trisakti. Peristiwa tersebut merupakan peringatan besar bagi bangsa Indonesia dan dianggap memberikan kontribusi atas dimulainya era reformasi.

"Sehingga tidak ada lagi korban-korban seperti '98 yang itu merupakan sebuah peringatan kepada kita semuanya," tutur Jokowi. "Dan Trisakti memberikan kontribusi besar pada reformasi yang dimulai di '98 yang lalu."

Capres nomor urut 01 tersebut juga berbicara mengenai kepemimpinan. Menurutnya, sebelum bisa menjadi seorang presiden, calon tersebut harus bisa memimpin keluarganya. Ia menegaskan bahwa ia sudah memiliki pengalaman akan hal itu.

"Sebuah kepemimpinan itu harus dimulai dari bagaimana kita mengelola, me-manage sebuah keluarga dan lingkup yang kecil dahulu," lanjut Jokowi. "Lah ini, ini, urusan ini saya memiliki pengalaman. Saya memiliki pengalaman."

You can share this post!

Related Posts