Sandiaga Uno Jual Saham, Tim Jokowi Galang Dana Kampanye Lewat Lelang Lukisan
Nasional

Dalam acara lelang tersebut, ada satu lukisan yang terjual seharga Rp 2 miliar.

WowKeren - Dana yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan kampanye memang tak bisa dibilang kecil. Bahkan, Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno telah diketahui menjual ratusan miliar sahamnya demi membiayai kampanye.

Hal yang sama juga terjadi di kubu petahana, Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin. Tim Kampanye Nasional (TKN) menggelar lelang lukisan yang dibuat oleh sejumlah seniman besar nusantara. Acara itu digelar di Ballroom Hotel Pullman, Podomoro City, Jakarta Barat pada Senin (11/2).


Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa hasil lelang tersebut akan disumbangkan untuk keperluan kampanye. Ini merupakan bentuk dukungan para seniman lukis untuk Paslon nomor 01. Nantinya, pendapatan dari lelang ini akan dilaporkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Karena memang ini nanti akan dilelang dan ini bagian dari karya para seniman untuk mendukung Pak Jokowi," kata Hasto di Jakarta Barat, Senin (11/2). "Dan seluruh penerimaan termasuk juga gotong royong dari dana malam nanti itu semua akan dilaporkan dalam rekening dana kampanye."

Dalam acara tersebut juga terlihat hadir Capres nomor 01. "Saya ngomong apa adanya ya, ini fundraising," kata Jokowi di kesempatan yang sama pada Senin (11/2).

Lelang tersebut berhasil meraup pendapatan miliaran rupiah. Bahkan, ada satu lukisan yang berhasil dijual seharga Rp 2 miliar. Lukisan tersebut merupakan karya Kartika Affandi. Harga lelang dibuka pada kisaran Rp 100 juta.

Adapun pembelinya adalah seorang politikus Partai Hanura bernama Nurdin Tampubolon. Nurdin mengaku bahwa ia membeli lukisan tersebut murni menggunakan uang pribadinya.

"Iya tadi saya membeli lukisan itu," kata Nurdin di Jakarta, Senin (11/2). "Dengan harga Rp 2 Miliar pakai uang pribadi."

Dalam acara tersebut, penyelenggara melelang sebanyak 73 karya lukis dari 32 seniman lintas generasi. Hasto menyampaikan bahwa dukungan ini sangat penting. Ia menganggap bahwa acara lelang merupakan wujud kolaborasi harmonis antara politik, budaya, ilmu pengetahuan, dan kekuasaan.

"(Dukungan) ini sangat penting," lanjut Hasto. "Karena apapun gerak kebudayaan indah yang menjadi titik temu yang tadi saya katakan ilmu pengetahuan, kekuasaan, para politisi dan juga kebudayaan itu semua membentuk berkolaborasi sempurna."

You can share this post!

Related Posts