Kementerian ESDM Beri Tanggapan Terkait Wacana Jokowi Persilahkan Swasta Jual Avtur di Bandara
Nasional

Adanya monopoli oleh Pertamina membuat harga avtur kian melambung sehingga menyebabkan mahalnya tarif penerbangan.

WowKeren - Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengaku kaget mengetahui mahalnya harga tiket pesawat. Mahalnya tarif penerbangan disebabkan salah satunya oleh harga bahan bakar yang juga tinggi.

Selama ini, penjualan avtur yang ada di bandara dimonopoli oleh pihak Pertamina. Tidak adanya kompetitor satu pun membuat harga avtur yang dibanderol Pertamina kian mahal.


Jokowi kemudian meminta BUMN tersebut untuk menyesuaikan harga. Jika tidak, maka tak ada pilihan lain selain membuka keran kompetisi. Dengan menghadirkan pemain swasta dalam penjualan avtur di bandara, maka diharapkan tidak ada lagi upaya monopoli.

Terkait hal ini, Kementerian ESDM ikut angkat bicara. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan bahwa saat ini memang belum ada perusahaan selain Pertamina yang menjual avtur untuk maskapai.

Djoko menjelaskan bahwa jika suatu badan ingin menjual bahan bakar di bandara, maka terlebih dahulu harus mendapat izin. Jika sudah mengantongi izin, maka tidak masalah untuk mulai menjual avtur di sana.

"Urutannya mereka dapat izin dulu dari bandara. Nah dia kan harus jual itu ke pesawat, di landasan," kata Djoko di Kementerian ESDM, Minggu (10/2). "Penguasa bandara kan ada juga, dia harus di situ kan. Nah dapat izin tidak? Kalau sudah dapat izin ya tidak ada masalah."

Meski demikian, masalah tidak merta selesai ketika badan usaha sudah mengantongi izin. Sebab, ia juga harus bisa membangun tempat pengisian.

"Percuma kalau kami kasih izin tapi dia tidak bisa bangun di bandara," lanjut Djoko. "Apa bisa pesawat mengisi di luar bandara? Kan tidak bisa."

Sementara itu, perusahaan BBM PT Total Oil belum bisa memastikan apakah pihaknya berminat untuk menjual avtur di bandara. Sebab, sampai saat ini belum ada pembicaraan mengenai hal itu di lingkup perusahaan. "Belum bisa berkomentar karena kan memang belum ada pembicaraan," kata Brand Manager PCMO & Fleet PT Total Oil Indonesia Magda Naibaho dilansir dari CNBCIndonesia.com pada Selasa (12/2).

You can share this post!

Related Posts