243 Perguruan Tinggi Swasta Ditutup Pemerintah Karena Bermasalah dan Tak Patuhi Aturan
Nasional

Menristekdikti, Mohamad Nasir, mengungkapkan bahwa Kementeriannya telah melakukan banyak pertimbangan sebelum menutup ratusan PTS tersebut.

WowKeren - Ratusan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terpaksa ditutup oleh pemerintah karena dianggap bermasalah dan tak mematuhi peraturan. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, mengungkap bahwa pemerintah Indonesia telah menutup 243 PTS hingga saat ini.

Menurut Nasir, ratusan PTS tersebut dibekukan izin operasional. Sehingga mereka tidak dapat menerima mahasiswa baru.


"Izin operasional PTS itu dibekukan," tutur Nasir di Gelanggang Mahasiswa Universitas Sumatera Utara di Medan, Senin (18/2). "Sehingga lembaga pendidikan tersebut tidak dibenarkan lagi menerima mahasiswa baru."

Berbagai pertimbangan pun dilakukan oleh Kemenristekdikti sebelum mencabut izin ratusan PTS tersebut. Namun apabila pelanggaran yang dilakukan cukup berat, maka izin mereka tidak mungkin lagi dipertahankan.

"PTS tersebut dihentikan beroperasi karena melakukan pelanggaran yang cukup berat dan mengeluarkan ijazah Strata (S-1) palsu," jelas Nasir. "Serta memperjualbelikan dokumen penting tersebut."

Selain itu, ada pula PTS yang tidak dapat berkembang lagi. Lembaga tersebut kekurangan mahasiswa serta tidak memiliki lahan untuk membangun gedung kampus.

Tak hanya itu, PTS yang tidak memenuhi persyaratan juga ditutup. Begitu pula dengan PTS yang beberapa kali mendapat peringatan dari Kemenrisktekdikti.

"Kemenristekdikti tetap melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap PTS," tegas Nasir. "Sehingga dapat lebih maju dan berkembang."

Nasir juga menjelaskan bahwa kini pembelajaran melalui dunia maya (e-learning) atau kuliah secara online tengah diuji coba sejak awal Februari 2019. Nasir menilai e-learning dapat meningkatkan mutu pendidikan dan perguruan tinggi.

"Kuliah online tersebut merupakan pembelajaran baru, dan tengah diuji coba oleh tujuh Perguruan Tinggi di Tanah Air," jelas Nasir. "Diharapkan pembelajaran melalui online, dapat diterapkan di lingkungan Perguruan Tinggi, dan termasuk pada Universitas Sumatera Utara,"

Diketahui, di Sumatera Utara sendiri, terdapat 9 PTS yang terpaksa harus ditutup lantaran tak memiliki dosen yang siap untuk mengajar. Tak hanya minim tenaga pengajar, PTS tersebut juga kekurangan jumlah mahasiswa.

You can share this post!

Related Posts
Loading...