Freeport Kirim Puluhan Truk ke Amerika Jelang Berakhirnya Operasi Tambang Terbuka di Papua
Nasional

Penambangan terbuka di Gresberg akan segera berakhir sehingga keberadaan truk-truk besar sudah dianggap tak lagi efektif.

WowKeren - PT Freeport Indonesia menerapkan dua teknik penambangan, yakni tambang terbuka (open pit) dan tambang bawah tanah. Penambangan terbuka dilakukan di Grasberg. Gunung Grasberg sendiri merupakan penyuplai hasil tambang utama Freeport.

Meskipun kandungan emas di gunung ini sangat besar yang notabene lebih dari 55 juta ons emas, namun jika dikeruk secara terus-menerus lama-kelaman juga akan habis. Bahkan, penambangan Grasberg diprediksi akan berakhir tahun ini.


"Tambang open pit kita di Grasberg merupakan tempat produksi utama saat ini," kata Kepala Teknik Tambang PT Freeport Indonesia (PTFI), Zulkifli Lambali dilansir dari Detik Finance pada Jumat (22/2). "Kita rencanakan akan berakhir di tahun ini, kita menyebutnya akan ditutup."

Dengan berkurangnya aktivitas di Grasberg, maka produksi Freeport selama 2019 diperkirakan akan mengalami penurunan sebanyak 60 persen. Meski ada tambang bawah tanah yang jadi tumpuan, namun hasil tambangnya tidak seberapa jika dibanding dengan Grasberg.

"Jadi pada tahun 2019, produksi Freeport akan turun sekitar 60%," lanjut Zulkifli. "Karena Grasberg tutup dan tambang bawah tanah belum optimal memproduksi."

Tak heran jika mulai 2018 Freeport sudah mengangkut sejumlah peralatan tambang mereka ke Amerika Selatan dan Amerika Utara. Juru Bicara Freeport Riza Pratama mengatakan bahwa truk tambang berukuran besar sudah tidak seberapa dibutuhkan lagi di sana. Sebab, mulai saat ini pihaknya akan lebih fokus ke penambangan bawah tanah.

"Saya dengar memang ada pengiriman haul truck itu. Grasberg ini memang sebentar lagi akan selesai masanya," kata Riza di Timika, Papua, Kamis (21/1). "Sekarang memang masih berproduksi, tapi sudah tahap final atau hampir selesai."

Desember 2018 lalu, Freeport sudah mengirim sedikitnya 60 unit truk tambang Komatsu tipe 930 ke Peru. Selanjutnya, sejumlah truk akan menyusul untuk dikirim ke Amerika Utara. "Kami akan sibuk dengan pengiriman beberapa peralatan tambang ke luar negeri," kata Manajer Ekspor Impor PTFI Edwin Kailola dilansir Republika, Jumat (22/2).

Sepanjang 2019 nantinya, kata Edwin, Freeport akan memprioritaskan pengelolaan konsentrat melalui pabrik smelter yang ada di Gresik. Oleh sebab itu, ekspor untuk konsentrat akan tetap jalan meski jumlahnya tidak sebanyak sebelumnya.

"Pada 2019 ini prioritas kami yaitu mendukung pengelolaan konsentrat melalui pabrik smelter yang ada di Gresik," tutur Edwin. "Memang masih ada ekspor konsentrat ke luar negeri, namun volumenya tidak signifikan seperti tahun-tahun sebelumnya."

You can share this post!

Related Posts
Loading...