Dibilang Penghianat, Sekjen PBB Tegaskan Belum Pernah Deklarasi Dukung Prabowo
Nasional

Keputusan PBB untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf sempat ditentang oleh sebagian anggotanya yang mendukung Paslon 02.

WowKeren - Kontroversi dukungan Partai Bulan Bintang untuk Paslon 01 Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin ternyata belum selesai. Dukungan tersebut sempat menimbulkan masalah internal lantaran ada sejumlah anggota partai itu yang tidak setuju karena ingin mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sekjen PBB Afriansyah Ferry Noer menegaskan bahwa PBB selama ini belum pernah mendeklarasikan dukungan kepada Paslon 02. Sehingga, ia heran mengapa banyak pihak yang menuding bahwa PBB melakukan penghianatan dengan mendukung Jokowi-Ma'ruf. Padahal, PBB sama sekali tidak pernah menyatakan akan mendukung mantan Danjen Kopassus itu.


"Kami belum pernah mendeklarasikan dukung Prabowo," kata Afriansya saat acara Orasi Kebangsaan Kader Gus Dur di jakarta, Jumat (22/2). "Banyak yang mengatakan kami penghianat karena mendukung Pak Jokowi dan kiai Ma'ruf. Lho kapan kami menyatakan mendukung Prabowo."

Afriansyah mengatakan bahwa sebelumnya, PBB memang sempat melakukan jajak pendapat dengan kubu Prabowo-Sandiaga. Namun, dengan segala pertimbangan matang yang telah dipikirkan, partai ini akhirnya memutuskan untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf.

Meski demikian, bukan berarti PBB menilai Paslon nomor 02 buruk. Kedua Paslon sama-sama baik. Namun, menurut PBB yang terbaik adalah Jokowi Ma'ruf.

Menurut Afriansyah, Jokwoi merupakan pemimpin yang baik untuk rakyat. Sebab, mantan Walikota Solo itu mau mendengarkan dan menerima masukan dari orang lain. Berbeda dengan Prabowo yang menurut Afriansyah cukup temperamental.

Afriansyah mengungkapkan bahwa dirinya sudah beberapa kali bertemu dengan Prabowo. Ia kemudian kembali menyinggung perbuatan Prabowo yang meninju-ninju meja.

"Saya sudah beberapa kali ketemu Prabowo," ungkap Afriansyah. "Waktu di forum ijtima ulama itu dia meninju-ninju meja itu betul, seperti yang sudah saya sampaikan di media."

Sifat temperamental tidak sesuai untuk seorang pemimpin. Sebaliknya, menurut Afriansyah seorang pemimpin seharusnya bisa menjaga sikap dengan tetap tenang. Ia mencontohkan sosok Nabi Muhammad yang tetap sabar walau dihina dan dicaci maki. "Nabi Muhammad saja tidak pernah marah walau dihina, dilempar, harus sabar," imbuh Sekjen PBB itu.

You can share this post!

Related Posts