Kondisi Nduga Kembali Memanas Hingga Tewaskan 3 Prajurit TNI, Ketua DPR: Tambah Pasukan!
Nasional

Pasukan TNI di Nduga, Papua dikabarkan diserang oleh Kelompok Kriminal Bersenjata dengan jumlah yang tak berimbang.

WowKeren - Kondisi di Nduga, Papua dikabarkan kembali memanas. Pada Kamis (7/3) kemarin, pasukan TNI yang tengah bertugas di sana dikabarkan diserang oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Serangan dikabarkan terjadi pukul 08.00 WIT hingga menewaskan tiga orang prajurit TNI.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi menjelaskan jika Pasukan TNI yang ada di Nduga diserang dengan jumlah yang tak berimbang. "Pasukan TNI yang berjumlah 25 orang tiba-tiba mendapatkan serangan mendadak oleh sekitar 50-70 orang KKSB bersenjata campuran, baik senjata standar militer maupun senjata tradisional seperti panah dan tombak," terang Kolonel Inf Muhammad Aidi, seperti dilansir dari Antara pada Jumat (8/3).


Akibat kejadian ini, Ketua DPR, Bambang Soesatyo alias Bamsoet meminta kepada pemerintah dan TNI untuk menambah pasukan di Nduga, Papua. "Untuk menjaga moral seluruh prajurit yang bertugas di Nduga, Ketua DPR mendorong pemerintah dan TNI mengeskalasi kekuatan atau penambahan pasukan di Nduga," ujar Bamsoet kepada wartawan pada Jumat (8/3).

Bamsoet menegaskan jika kekuatan KKB di Papua tidak bisa dianggap remeh. Terlebih dengan adanya sejumlah serangan yang sudah banyak menewaskan pasukan TNI sejak beberapa waktu lalu.

"Apalagi, dari kronologi peristiwa kontak senjata Kamis kemarin, terkesan bahwa kekuatan KKB tidak bisa dianggap remeh," lanjut Bamsoet. "KKB masih mampu memberi perlawanan dan mengganggu proses evakuasi ketika helikopter yang akan mengangkut prajurit TNI yang gugur masih ditembaki KKB."

Diketahui, 25 orang pasukan TNI yang tiba di Distrik Mugi tersebut bertujuan untuk mengamankan jalur pergeseran pasukan. Akan tetapi, secara tiba-tiba, mereka mendapatkan serangan mendadak oleh sejumlah pasukan KKB. Mereka menyerang pasukan TNI dengan senjata campuran militer dan tradisional seperti panah dan tombak.

Ketegangan di Nduga memanas ketika sejumlah pasukan TNI dan pekerja proyek Trans Papua tewas di tangan KKB pada Desember tahun 2018 lalu. Presiden Indonesia, Joko Widodo sudah memerintahkan kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk menangkap seluruh pelaku penyerangan.

You can share this post!

Related Posts
Loading...