Situs Kuno di Area Pembangunan Tol Diduga Pemukiman Mewah Abad Ke-12
Nasional

Menurutnya, barang-barang tersebut mahal dan tidak mungkin dimiliki rakyat biasa.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan penemuan sebuah situs purbakala yang diduga peninggalan dari zaman Kerajaan Majapahit. Situs itu berada pada jalur pembangunan proyek jalan tol Malang, tepatnya di daerah Sekarpuro, Pakis.

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur memperkirakan situs yang diberi nama Sekaran sesuai dengan nama daerahnya itu merupakan kawasan pemukiman abad ke-12. Kawasan tersebut diduga sebagai pemukiman orang kaya raya zaman dahulu.


Kepala BPCB Jatim, Andi Muhammad Said mengatakan, berdasarkan temuan terakota serta cagar budaya lain oleh warga sekitar situs, menunjukkan jika lokasi situs bukan kawasan pemukiman rakyat biasa. Menurutnya, barang-barang tersebut mahal dan tidak mungkin dimiliki rakyat biasa.

"Tadi itu, benda-benda terakota itu banyak. Seperti kendi, tembikar dan lain-lain, akan memberikan informasi soal keberadaan situs itu," kata Andi, seperti dikutip dari Detik. "Dengan adanya seladon yang warna hijau itu, penanda jika pemiliknya orang kaya atau pejabat. Karena tidak mungkin rakyat biasa memiliki, karena itu mahal."

Warga juga menemukan sebuah anting-anting berbahan emas. Ia mengira bahwa perhiasan itu milik warga di masa lampau. Selain itu, menurut Andi, penemuan tersebut meliputi kawasan yang dilengkapi dengan tempat peribadatan, petirtaan serta gapura.

"Kalau kita lihat dari struktur batu bata merah tebal dan memanjang, bisa jadi seperti benteng kota," tambahnya. "Tapi kalau strukturnya membelok bisa jadi itu candi, dan juga menjadi sebuah struktur gapura. Dan ini belum bisa interpretasi, karena belum menemukan secara betul."

"Itu masa Majapahit, abad 12 atau 12 masehi," ujarnya. "Tapi belum tentu juga Majapahit. Makanya kita harus melakukan penelitian dan kajian lebih jauh."

Sementara itu, Kepala Desa Sekarpuro Sulirmanto mengatakan bahwa di area tersebut memang sering ditemukan benda purbakala. Ia menyebutkan saat ia kecil, ia banyak mendengar kabar bahwa warga sering membuang arca purbakala ke sungai.

"Sudah lama sekali," ujar Sulirmanto dilansir dari Kumparan. "Wong saya masih kecil sudah banyak kabar kalau dibuang arca kesana (sungai)."

You can share this post!

Related Posts