Kader Tewas Dipanah Saat Hendak Pasang Bendera PBB, Yusril Ihza Duga Ada Motif Politik
Nasional

Seorang kader PBB mendapatkan serangan panah yang diduga mengandung racun dari 4 orang yang masih dalam pemeriksaan.

WowKeren - Pimpinan tertinggi Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, memberikan pernyataan soal kadernya yang tewas dipanah. Kader PBB tersebut merupakan Ketua Pemenangan Pemilu PBB Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Kader PBB bernama Sudirman tersebut tewas usai mendapatkan perawatan di RS Wahidin, Makassar pada Kamis (14/3). Sebelumnya, korban diketahui mendapatkan luka panah hingga menembus dada saat memasang bendera PBB.


Terkait hal ini, Yusril menduga ada motif politik di baliknya. Insiden yang terjadi pada Selasa (12/3) itu disebut dilakukan oleh empat orang yang menggunakan sepeda motor.

"Ketua Pemenangan Pemilu PBB Bantaeng, Sulsel, wafat karena ditembus busur panah siang ini di RS Wahidin, Makassar," terang Yusril dalam keterangan tertulis sepert dilansir CNN Indonesia pada Kamis (14/3). "Salah seorang pengendara motor itu membidik Sudirman dengan busur panah sehingga menembus dada sebelah kirinya."

Yusril juga menduga jika panah yang ditujukan untuk Sudirman memiliki racun. Usai dibawa ke RS Bantaeng, luka yang dialami Sudirman sudah cukup parah. Oleh karena itu, ia lantas dilarikan ke RS Wahidin di Makassar untuk menjalani operasi.

Menindaklanjuti kasus ini, Yusril menjelaskan jika polisi sudah menangkap empat orang yang diduga sebagai pelakunya. Polisi akan menyelidiki apakah benar ada motif politik di balik aksi pembunuhan ini. Yusril bahkan meminta kepada Kapolri Tito Karnavian agar menyelidiki kasus persaingan politik yang dianggap tidak fari ini.

"Keempatnya kini sedang diperiksa intensif oleh polisi. Diduga ada motif politik untuk membunuh aktivis PBB itu," terang Yusril. "Di Kabupaten Bantaeng, selama ini PBB kurang aktif. Namun, empat tahun terakhir khusunya menjelang Pemilu 2019, PBB di sana mulai menguat. Faktor ini yang diduga menjadi pemicu pembunuhan atas almarhum Sudirman."

Diketahui, kader PBB bernama Sudirman ini meninggal di usia 30 tahun. Ia meninggalkan seorang istri dan juga seorang anak perempuan yang masih berusia 1,5 tahun.

You can share this post!

Related Posts
Loading...