BPN Protes Video Prabowo Dipersepsikan Nasrani, TKN Usul Capres 02 Baca Alquran di TV
Nasional

Sebelumnya, BPN memprotes video viral di Facebook yang dianggap mempersepsikan Prabowo Subianto sebagai Nasrani.

WowKeren - Sebuah video viral di Facebook tentang Prabowo Subianto menjadi bahan protes Badan Pemenangan Nasional (BPN). Mereka merasa Prabowo sudah dipersepsikan Nasrani lantaran video yang ditonton jutaan orang di Facebook tersebut.

Terkait hal ini, pihak Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi turut buka suara. Mereka mengaku heran lantaran BPN memprotes video tersebut.


"Sungguh aneh jika BPN meradang ketika di FB ada video yang menunjukkan kesertaan Prabowo dalam berbagai event ritual Nasrani di berbagai tempat," ujar anggota TKN, Inas Nasrullah Zubir, pada Kamis (14/3). "Padahal belum tentu Prabowo Subianto tersinggung atau marah ketika melihat video tersebut."

Pendapat Inas tersebut tak diberikan tanpa sebab. Pasalnya, ia menyebutkan jika ibu dan juga adik Prabowo memanglah seorang Nasrani. Oleh karena itu, ia mengaku tak heran jika Prabowo hadir dalam beberapa acara ritual pemeluk Nasrani.

Lebih lanjut, Inas memberikan usulan kepada BPN yang memprotes video tersebut. "Jadi, jika BPN merasa bahwa video tersebut dapat menyudutkan Prabowo dalam pilpres ini, sebenarnya mudah untuk menangkal efek negatif dari video tersebut, yakni BPN meminta agar Prabowo Subianto membaca Alquran di televisi. Bisa juga di acara ILC-nya Karni Ilyas, simpel toh?" usul Inas yang juga merupakan anggota DPR tersebut.

Sebelumnya, video yang disebut berduari 1 menit 19 detik itu viral di media sosial Facebook. Dalam video, tampak Prabowo menempelkan kedua telapak tangannya seperti tengah berdoa. Ada pula gambar salib dalam video yang menunjukkan Prabowo seperti tengah berdoa tersebut.

Dalam cuplikan video juga diperlihatkan Prabowo yang menghadiri acara Natal. Ia juga ditampilkan berziarah ke makam pejuang Joao Tavares di Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagai latar belakang musiknya, video tersebut menggunakan lagu rohani yang berisi pujian dalam agama Nasrani.

Video menjadi viral, pihak BPN lantas melayangkan protes kepada Facebook dan juga polisi. "Pertanyaannya, kenapa Facebook membiarkan kampanye hitam ini berjalan? Dengan jumlah uang Rp 8 miliar ini, ada indikasi kampanye hitam yang terstruktur, sistematis, dan masif. Jauh lebih bahaya dari emak-emak yang ada di Karawang," terang Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga Uno, Andre Rosiade.

You can share this post!

Related Posts