PSI Minta KPK Usut Tuntas Kasus Romahurmuziy: Pak Jokowi Tak Beri Perlindungan Hukum
Nasional

Penangkapan Romahurmuziy menunjukkan bahwa KPK tidak tebang pilih dalam menjalankan tugasnya.

WowKeren - Ditangkapnya Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) membuat geger dunia politik Indonesia. Salah satunya Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

PSI mengaku terkejut dengan aksi penangkapan itu. Juru Bicara PSI Rian Ernest mengatakan bahwa apa yang menimpa Rommy adalah sebuah kasus hukum. Oleh sebab itu, ia meminta agar pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa bekerja secara profesional untuk menangani kasus ini sampai selesai.


"Kami terkejut atas pemberitaan OTT Mas Romi," kata Rian dalam keterangan tertulis, Jumat (15/2). "PSI menganggap ini kasus hukum dan meminta KPK untuk bekerja secara profesional menangani kasus ini secara tuntas."

Dengan ditangkapnya Rommy, hal itu bisa menjadi bukti bahwa KPK dalam menjalankan tugasnya tidak tebang pilih. Penegakan hukum di Indonesia harus berjalan baik guna memberantas korupsi semaksimal mungkin.

Diketahui, PPP merupakan salah satu partai koalisi pendukung Capres-Cawapres Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin. Meski demikian, Rian menegaskan bahwa Jokowi tidak akan memberikan perlindungan hukum. Sebab, siapapun yang memiliki masalah hukum harus ditindak dan setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum.

"Tidak ada perlindungan hukum yang dilakukan Pak Jokowi," jelas Rian. "Kepada siapa pun yang bermasalah secara hukum."

Rian juga kembali menyinggung tentang pidato Ketua Umum PSI Grace Natalie belum lama ini. Dalam pidatonya, Grace menilai bahwa komitmen pemberantasan korupsi di masing-masing internal partai masih sangat lemah.

Penangkapan Rommy ini membenarkan apa yang dikatakan oleh Grace. "Kasus ini juga menunjukkan pidato Ketum PSI Grace Natalie benar," ujar Rian.

Penangkapan tersebut pun juga dibenarkan oleh Ketua KPK Agus Rahardjo. Namun, terkait soal apa dan siapa saja yang terlibat dalam kasus tersebut hingga kini masih belum diketahui. Agus mengatakan bahwa konferensi pers akan digelar Jumat (15/3) malam ataupun Sabtu (16/3) pagi.

Sementara itu dari keterangan saksi, proses penangkapan sempat diwarnai aksi kejar-kejaran. Saksi tersebut juga menyebut bahwa ada dua orang yang ditangkap di Hotel Bumi di Jalan Basuki Rahmat Surabaya.

You can share this post!

Related Posts